Doa Ketika Tertimpa Musibah

Doa ketika tertimpa musibah – Musibah dan anugerah adalah sesuatu yang selalu ada di kehidupan kita. Ketika terjadi sebuah musibah, kita umat islam diajarkan agar selalu mengingat Allah dengan cara berdoa.

Musibah ini bisa diartikan sebagai azab, peringatan, ujian atau cobaan untuk kita. Kenapa hal itu terjadi?

Yaa itu semua dijadikan sebagai bahan yang mendorong kita untuk muhasabah (intropeksi diri) dari setiap kesalahan dan kekurangan kita.

Doa Ketika Terkena Musibah

doa ketika tertimpa musibah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam mengajarkan kepada umatnya untuk berdoa ketika tertimpa musibah, dengan membaca doa berikut ini:

إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun, Allahumma ajirnii fii mushiibatii wa akhlif lii khairan minhaa.

Artinya : “ Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.

Dalam hadits Shahih Muslim disebutkan bahwa barangsiapa membaca doa tersebut, niscaya Allah akan memberinya pahala dalam musibahnya dan memberinya ganti yang lebih baik daripadanya.

(Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

Baca Juga : Doa Kurban untuk di Baca Ketika Menyembelih Hewan Qurban

Sikap Baik Seorang Mukmin Ketika Tertimpa Musibah

doa ketika tertimpa musibah

Banyak orang yang menghadapi musibah dengan cara yang justru malah menimbulkan musibah baru. Bahkan ada yang stress berat, despresi sehingga bermata gelap.

Perlu di sadari, bahwasannya setiap apapun itu baik musibah atau bencana yang sudah terjadi, maka itu tidak akan bisa mengembalikan normal kembali.

Meski dengan cara pergi ke orang pintar atau dukun itu semua tidak akan bisa untuk mengembalikannya. Nangis, marah, sedih bahkan ada yang mau bunuh diri itu tidak akan menyelesaikan masalah, musibah yang sudah terjadi.

Nah kita sebagai seorang muslim yang taat dan bertakwa, maka sikap baiklah yang harus dimunculkan ketika menghadapi musibah. Berikut ini sikap seorang mukmin ketika dihadapkan dengan musibah.

إِنِّي لَأُصَابُ بِالْمُصِيبَةِ فَأَحْمَدُ اللهَ عَلَيْهَا أَرْبَعَ مَرَّاتٍ

Sesungguhnya saya memuji Allah atas musibah yang menimpaku dengan empat pujian,

أَحْمَدُهُ إِذْ لَمْ تَكُنْ أَعْظَمَ مِمَّا هِيَ

(Pertama) saya memuji-Nya, karena musibah yang menimpaku tidak lebih besar dari kenyataannya sekarang yang sedang saya rasakan,

وَأَحْمَدُهُ إِذْ رَزَقَنِيَ الصَّبْرَ عَلَيْهَا

(Kedua) dan saya pun memuji-Nya, karena Dia telah menganugerahkan kesabaran kepadaku dalam menghadapinya,

وَأَحْمَدُهُ إِذْ وَفَّقَنِي لِلِاسْتِرْجَاعِ لِمَا أَرْجُو فِيهِ مِنَ الثَّوَابِ

(Ketiga) demikian pula saya memuji-Nya, karena Dia telah menganugerahkan kepadaku taufik untuk bisa mengatakan : ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’, dengan maksud mengharap pahala

وَأَحْمَدُهُ إِذْ لَمْ يَجْعَلْهَا فِي دِينِي

(Keempat) dan saya memuji-Nya, karena tidak menjadikan musibah itu mengenai agamaku!

(Ucapan Syuraih Al-Qodhi dalam Syu’abul Iman lil Baihaqi 9507).

Kesimpulan

Di kesimpulan ini, di tutup dengan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam,

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

Artinya : “ Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin.

Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. ” (HR.Muslim, shahih).

Berdoalah agar Selalu Mendapatkan Perlindungan dan Pertolongan dari Allah Subhaanahu Wa ta’alaa

Leave a Reply