Doa Nabi Ayyub

Doa Nabi Ayyub – Nabi Ayyub ‘alaihi salam merupakan salah satu nabi yang paling sabar. Nabi yang Allah beri begitu banyak cobaan dari menghanguskan seluruh hartanya, anak-anaknya meninggal hingga penyakit kulit bertahun-tahun.

Semua cobaan yang Allah berikan kepada Nabi Ayyub itu tidak membuat beliau mengeluh apalagi menyekutukan-Nya. Bahkan beliau semakin taat, bersabar dan selalu berdzikir memuji-Nya.

Maka dari itu, doa adalah kekuatan yang sangat ampuh untuk umat islam. Nabi Ayyub sabar dan taat disertai berdoa kepada Allah Subhaanahu Wa ta’alaa. Berikut doa Nabi Ayyub yang dapat Anda amalkan.

Kisah Nabi Ayyub ‘alaihi salam

doa nabi ayyub
kuliahislam.com

Nabi Ayyub ‘alaihi salam merupakan anak dari Ish bin Ishaq bin Ibrahim ‘alaihi salam. Beliau adalah seorang Nabi yang sangat kaya raya dan beliau adalah seorang peternak.

Beliau seorang yang baik hati dan dermawan yang suka mengeluarkan harta untuk membantu fakir miskin, yatim piatu, memuliakan tamu dan sebagainya.

Namun kekayaan yang beliau punya tidak membuatnya lalai beribadah kepada Allah Subhaanahu Wa ta’alaa. dengan kekayaannya tidak membuatnya sombong dan lupa kepada orang fakir miskin.

Walaupun kaya, kehidupan beliau tidak berlebihan bahkan semakin ia kaya maka semakin bertambah juga ketaatannya kepada Allah Subhaanahu Wa ta’alaa.

Ketika itu Nabi Ayyub ‘alaihi salam diberi cobaan oleh Allah Subhaanahu Wa ta’alaa dengan melenyapkan seluruh harta yang beliau punya. Seperti hewan ternak, perkebunannya bahkan anaknya sekalipun.

Akan tetapi, cobaan ini tidak membuatnya mengeluh dan berprasangka buruk kepada Allah malah semakin taat dan bersyukur.

Nabi Ayyub memiliki prinsip, beliau berkata : Saya datang ke bumi ini tidak membawa apa-apa, dan akan kembali kepada-Nya nanti juga tidak membawa apa-apa selain amal shaleh.

Kemudian, Allah kasih cobaan kembali dengan mendatangkan sebuah penyakit kulit yang menimpa seluruh badannya sehingga menimbulkan bau tak sedap.

Akibat penyakit tersebut, Nabi Ayyub ‘alaihi salam diasingkan oleh masyarakat ke daerah pinggiran dengan ditemani istri yang setia.

Jadi selama ini yang mencari nafkah ketika Nabi Ayyub sakit adalah istri beliau. Beliau menjual jasanya dengan mengerjakan apa saja asalkan halal dan bisa membawa makanan untuk suami dan dirinya sendiri.

Memang ada yang memberinya pekerjaan, tetapi tatkala tau bahwa dia adalah istri Ayyub, sang majikan langsung mengusirnya takut ketularan penyakit kulit Ayyub.

Begitulah istri Ayyub tidak lagi bisa mendapatkan pekerjaan menjual jasanya. Untuk mendapatkan makanan, bahkan dia memotong rambutnya yang panjang dan menjualnya.

Meminta Doa kepada Allah

Saat itu, istrinya susah tuk mencari kerja kembali bahkan ia sudah lelah sehingga mengkerjakan orang lain untuk merawat suaminya.

Istrinya sudah pernah meminta kepada Nabi Ayyub sebagai Nabi Allah untuk memohon pertolongan dan kesembuhan kepada-Nya.

Memintanya tidak satu dua kali saja, namun mendesak Nabi Ayyub agar berdoa meminta kesembuhan kepada Allah, tapi beliau tidak mau.

Dan seraya berkata kepada istrinya : ” Sudah berapa tahun aku diberi kesehatan oleh Allah?, Kalau aku sakit selama aku sehat barulah aku akan meminta tolong kepada-Nya. Kalau tidak aku malu meminta sembuh kepada-Nya. “

Kala itu, Nabi Ayyub berumur 70 tahun. Berarti beliau harus menunggu sakit selama 70 tahun dulu baru akan meminta kesembuhan kepada Allah Subhaanahu Wa ta’alaa.

Sang istri sudah bingung bagaimana cara meyakinkannya agar memohon kesembuhan kepada Allah Subhaanahu Wa ta’alaa.

Gak lama kemudian, tiba-tiba ia mendapatkan ide dan ide ini berhasil membuat Nabi Ayyub memohon kesembuhan kepada-Nya. Apa yang dilakukan oleh sang istri?

Istrinya menyatakan : Ayyub, jika engkau tetap saja tidak mau mohon kesembuhan kepada Allah, sementara masyarakat sudah membuangmu dan sangat jijik melihat tubuhmu seperti ini, aku khawatir orang-orang yang tadinya sudah percaya engkau itu adalah utusan Allah, nanti tidak akan lagi percaya kepadamu.

Akhirnya dengan perkataan itu, Nabi Ayyub luluh, lalu beliau bermohon kepada Allah dengan sangat hati-hati dalam merangkai katanya.

Dengan sangat halus beliau berkata : ” Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya : (Ya Tuhanku), Sesungguhnya Aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua penyayang. “ (Al-Quran surah Al-Anbiya’ : 83)

Nabi Ayyub Sembuh dari Sakit

Allah Subhaanahu Wa ta’alaa mengabulkan doa Nabi Ayyub ‘alaihi salam.

Allah Subhaanahu Wa ta’alaa berfirman : ” Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan kami lipatgandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. “(Al-Quran surah Al-Anbiya’ : 84)

Kemudian disambung dengan ayat berikut ini :

Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya: Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan. (Allah berfirman) : Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran.

Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar, dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya). (Al-Quran surah 41-44)

Dengan wahyu yang diturunkan kepada Nabi Ayyub, akhirnya keluarlah air dari hentakkan kaki Nabi Ayyub ‘alaihi salam dan air itu terkumpul menjadi kolam kecil.

Lalu Nabi Ayyub mandi dengan air itu, serta tubuhnya kembali sehat. Kehidupan Nabi Ayyub kembali normal, sedikit demi sedikit harta kekayaannya kembali bahkan menjadi dua kali lipat lebih banyak dari semula.

Dia juga kembali dianugerahi putra-putri yang jumlahnya juga dua kali lipat dari putra-putri yang sudah meninggal dunia.

Baca Juga : Doa Nabi Adam ‘alaihi salam Lengkap (Doa Arab, Latin dan Terjemahan Artinya)

Doa Nabi Ayyub ‘alaihi salam

doa nabi ayyub

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Inni massaniya adh-dhurrh wa antra arhamur-rahimin

Artinya : “ (Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang. (Al-Quran surah Al-Anbiya’ : 83)

Pelajaran yang bisa Diambil

Dari kisah Nabi Ayyub ‘alaihi salam kita bisa mengambil pelajaran atau hikmah yang terkandung di dalamnya. Berikut ini beberapa contoh pelajarannya dan simak baik-baik.

1. Kaya Bersyukur dan Dermawan, Miskin Bersabar

republika.co.id

Dari poin pertama ini, terkhusus bagi Anda yang bergelimpang hartaagar selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan.

Dan jangan lupa untuk selalu berbagi kepada orang yang fakir miskin agar harta yang ia punya dapat menjadi insvestasi akhirat.

Dan bagi yang dibawahnya (miskin) jangan mengeluh apalagi mencelah dan berburuk sangka kepada Allah. Tetap bersyukur, sabar dan ber-husnuzon kepada-Nya.

Dengan itu, Anda dapat merasakan ketenangan jiwa dan selalu merasa tercukupi.

Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam bersabda,

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Artinya : “ Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya. (HR. Muslim, no. 2999)

2. Tidak Sombong, karena Kekayaan itu Sebenarnya Ujian

islamkafah.com

Bagi Nabi Ayyub ‘alaihi salam, bahwa kekayaan itu adalah sebuah ujian baginya. Nah ibarat ini bisa menjadi motivasi bagi Anda yang kaya, agar menganggap kekayaan itu adalah sebuah ujian.

Dari Al-Hasan Al-Bashri, ia berkata, Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah menuliskan surat kepada Abu Musa Al-Asy’ari yang isinya :

Merasa cukuplah (qana’ah-lah) dengan rezeki dunia yang telah Allah berikan padamu. Karena Ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih) mengaruniakan lebih sebagian hamba dari lainnya dalam hal rezeki. 

Bahkan yang dilapangkan rezeki sebenarnya sedang diuji pula sebagaimana yang kurang dalam hal rezeki. Yang diberi kelapangan rezeki diuji bagaimanakah ia bisa bersyukur dan bagaimanakah ia bisa menunaikan kewajiban dari rezeki yang telah diberikan padanya. (HR. Ibnu Abi Hatim. Dinukil dari Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 696)

3. Ingat Harta adalah Titipan Allah

nu.or.id

Ingat perkataannya Nabi Ayyub, Saya datang ke bumi ini tidak membawa apa-apa, dan akan kembali kepada-Nya nanti juga tidak membawa apa-apa selain amal shaleh.

Sedikit tapi sangat mengena dalam hati. Jadi dari perkataan itu kita bisa instropeksi bahwa semuanya itu akan kembali kepada-Nya dan pasti terjadi bagi seluruh makhluk.

Maka dari itu persiapkanlah bekal untuk menghadap sang Pencipta Alam semesta. Dengan melakukan perintah dan larangan-Nya serta mengamalkan segala sunnah-sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa salam.

4. Sakit dan Ujian adalah Penghapus Dosa

islamidia.com

Maka dari itu, ketika kita ditimba dengan sebuah musibah atau penyakit. Hal yang harus kita lakukan adalah bersabar dan terus berdzikir kepada-Nya.

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

Artinya : “ Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya. (HR. Bukhari, no. 5660 dan Muslim, no. 2571)

Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam bersabda,

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ ؛ وَلَا نَصَبٍ ؛ وَلَا هَمٍّ ؛ وَلَا حَزَنٍ ؛ وَلَا غَمٍّ ؛ وَلَا أَذًى – حَتَّى الشَّوْكَةُ يَشَاكُهَا – إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Artinya : “ Tidaklah seorang mukmin tertimpa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada masa depan), sedih (akan masa lalu), kesusahan hati (berduka cita) atau sesuatu yang menyakiti sampai pada duri yang menusuknya, itu semua akan menghapuskan dosa-dosanya.

(HR. Bukhari, no. 5641 dan Muslim, no. 2573. Lihat Syarh Shahih Muslim, 16: 118 dan Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 1: 491)

5. Jika Kuat Sabar, Ingat Cobaan Para Nabi

itl.cat

Para Nabiyullah adalah seseorang yang memiliki kesabaran diatas rata-rata manusia pada umumnya.

Liat Nabi Ayyub ‘alaihi salam, beliau diberi ujian dengan melenyapkan seluruh harta kekayaannya, anak-anaknya kemudian Allah datangkan sebuah penyakit kepadanya.

Dari ‘Abdurrahman bin Saabith Al-Qurosyi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam bersabda,

إِذَا أُصِيبَ أَحَدُكُمْ بِمُصِيبَةٍ، فَلْيَذْكُرْ مُصِيبَتَهُ بِي، فَإِنَّهَا أَعْظَمُ الْمَصَائِبِ عِنْدَهُ

Artinya : “ Jika salah seorang di antara kalian tertimpa musibah, maka ingatlah musibah yang menimpa diriku. Musibah padaku tetap lebih berat dari musibah yang menimpa dirinya.

(HR. ‘Abdurrozaq dalam mushannafnya, 3: 564; Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, 7: 167. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1106. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini shahih karena berbagai syawahid atau penguat)

6. Tempat Mengadu hanya Kepada Allah

islampos.com

Setiap kali kita mendapat kesusahan, musibah atau cobaan lainnya maka tempat pengaduan kita hanya kepada Allah semata bukan pada makhluk.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Artinya : “ Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

Dan surah lainnya,

فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا

Artinya : “ Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik. (Al-Quran surah Al-Ma’arij : 5).

Imam Al-Qurthubi mengatakan bahwa sabar yang baik (indah) di sini yang dimaksud adalah sabar tanpa merasa putus harapan dan tanpa mengeluhkan pada selain Allah. (Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an, 9: 180)

Demikianlah penjelasan mengenai doa Nabi Ayyub ‘alaihi salam, kisah dan pelajaran yang bisa kita ambil darinya.

Semoga dengan adanya artikel doa Nabi Ayyub ini dapat memberikan pelajaran bahwa kita datang ke dunia tidak membawa apa-apa bahkan kembali pun tidak membawa apa-apa selain amal sholeh.

Oleh karena itu, semoga kita bisa mengamalkan setiap apa yang telah para Nabi contohkan sebelumnya. Semoga bermanfaat….

Ingat perkataan Nabi Ayyub, Saya datang ke bumi ini tidak membawa apa-apa, dan akan kembali kepada-Nya nanti juga tidak membawa apa-apa selain amal shaleh.

Tinggalkan komentar