Arti Insya Allah

Arti Insya Allah – Islam adalah agama yang sempurna sehingga pola kehidupan pun diatur agar Hamba-Nya hidup dengan baik dan benar. Dengan meninggalkan larangan dan melaksanakan perintah-Nya.

Setiap manusia pasti akan terus tersosialisasi dengan manusia lainnya, terkait berbagai urusan yang tak bisa dielakkan. Sehingga berjanji pun sudah menjadi hal yang biasa dari rantai hubungan.

Yang perlu diingat, bahwasannya ketika berjanji harus menyerta kalimat ” Insya Allah “.

Kenapa harus mengucap kalimat Insya Allah? Berikut penjelasannya. Simak baik-baik lhoo…😊

Arti Insya Allah dan Penulisan yang Benar

arti insya allah
Arti Insya Allah

Dalam Al-Quran Allah memerintahkan agar mengatakan Insya Allah sebelum berjanji karena jika tidak memenuhinya maka berdosa.

Yang dijelaskan dalam surah Al-Kahfi ayat 23-24 :

[23] وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا

Artinya : “ Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu : Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi. [ 23 ]

[24] إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰ أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًا

Artinya :  kecuali (dengan menyebut) : Insya Allah . Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah : Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini. [ 24 ]

Penulisan arab ” إن شاء الله “ yang artinya:

إن = Jika
شاء = Menghendaki
الله = Allah

Jadi maksudnya إن شاء الله “ Jika Allah berkehendak  atau  Bila Allah menghendaki.

Di dalam bahasa Inggris, huruf ش itu jika diliterasikan dalam bahasa Indonesia menjadi ” Shaa “.

Maka berbeda dengan bahasa Indonesia, jika di bahasa Inggris ” Shaa “ maka di bahasa Indonesia menjadi huruf ص.

Jadi artinya إن شاء الله = Bila Allah berkehendak

Nah, balik lagi ke transliterasi, terserah kesepakatan kita mau mentransliterasikan huruf ش itu jadi apa? syaa atau shaa ?

Kami penulis lebih suka mentransliterasikan إن شاء الله jadi InsyaAllah , lebih simpel dan sesuai transliterasi bahasa Indonesia.

Nah, bagaimana katanya kalo ada yang bilang InsyaAllah berarti artinya menciptakan Allah ? Naudzubillahi min dzalik

Karena yang satu ini sudah beda lagi permasalahannya, karena إنشاء (menciptakan/membuat) beda dengan إن شاء (bila menghendaki)

Dan pemakaiannya dalam kalimat berdasarkan kaidah bahasa Arab pun berbeda bunyinya, bila إن شاء الله dibacanya InsyaAllahu (bila Allah menghendaki) bila إنشاء الله dibacanya Insyaullahi (menciptakan Allah)

Kesimpulannya?

Jadi kalo kita nulis pake InsyaAllah atau In Syaa Allah atau In Shaa Allah bacanya sama dan artinya pun sama juga.

Jadi dalam hal ini perlu berlapang dalam menerima dan tidak perlu tuk saling menyalahkan. Ini juga mirip dengan perbedaan istilah, padahal hakikat tujuannya sama.

Sebagaimana kaidah :

ﻻ ﻣﺸﺎﺣﺔ ﻓﻰ ﺍﻻﺻﻄﻼﺡ

Tidak ada perdebatan dalam istilah (jika hakihatnya sama)

Kalo lebih amannya yaa ngomong and nulis pake bahasa Arab, hehe..😊

Penerapan Insya Allah dalam Kehidupan Sehari-hari

Perlu diingat, ucapan Insya Allah bukan berarti itu bisa dijadikan untuk sarana mengingkari janji seenaknya saja.

Meskipun mengandung arti Jika Allah menghendaki , namun kita harus tetap bertanggung jawab atas apa yang kita lontarkan atau janjikan.

Nah ketika umat muslim berjanji atau mengatakan sesuatu yang akan berbuat di masa mendatang, maka ia dianjurkan untuk mengucapkan Insya Allah.

Saat mengatakannya, keyakinannya kokoh bahwa perkara itu bisa terjadi atas kehendak Allah Subhaanahu Wa Ta’alaa semata.

Di saat yang sama, ia benar-benar berusaha memenuhi janjinya itu dengan segenap ikhtiar.

Terkadang kita dapati ada orang-orang yang tidak percaya ketika orang lain mengucapkan insyaallah saat berjanji.

Mengapa?

Karena dia beranggapan orang itu tidak serius berjanji dan menjadikan ucapan tersebut sebagai alasan saat janjinya tidak terpenuhi.

Kita sebagai seorang muslim harus menunjukkan bahwa ketika mengucapkan Insya Allah itu benar-benar serius dan berusaha memenuhi janji.

Dan sebagai seorang muslim, kita juga tidak boleh meragukan kesungguhan saudara kita yang mengucapkan Insya Allah pada saat berjanji.

Kalimat Insya Allah dalam Al-Quran

insya allah dalam al quran
Bersumber : tirto.id

Kalimat ini biasa diucapkan saat seseorang ingin melakukan sesuatu dan berjanji akan melaksanakannya.

Dalam Al-Quran, Allah menyebutkan kalimat Insya Allah terkait dengan sebuah janji yang hendak dilaksanakan oleh seorang Hamba.

Misalnya:

Ketika Nabi Ismail berjanji hendak mematuhi perintah Allah, ia berkata:

قَالَ یٰۤاَبَتِ افۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُ ۫ سَتَجِدُنِیۡۤ اِنۡ شَآءَ اللّٰہُ مِنَ الصّٰبِرِیۡنَ

Artinya : …Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.  (Al-Quran surah Ash-Shaffaat : 102).

Ketika Nabi Syu’aib berjanji kepada Nabi Musa akan menikahkannya dengan putrinya, ia berkata :

سَتَجِدُنِیۡۤ اِنۡ شَآءَ اللّٰہُ مِنَ الصّٰلِحِیۡنَ

Artinya : …Dan, kamu insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik.  (Al-Quran surah Al-Qashash : 27).

Ketika Nabi Yusuf menjanjikan keamanan kepada ayah ibunya dan saudara-saudaranya, ia berkata:

وَ قَالَ ادۡخُلُوۡا مِصۡرَ اِنۡ شَآءَ اللّٰہُ اٰمِنِیۡنَ

Artinya : …Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman. (Al-Quran surah Yusuf : 99).

Namun sekarang ini, kalimat ” Insya Allah “ kerap disalahgunakan oleh kita sendiri selaku umat Islam.

Keutamaan Ucapan Insya Allah

Salah satu keutamaan ucapan ini diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam Shahih-nya masing-masing.

Yakni hadits yang mengisahkan Nabi Sulaiman lupa mengucapkan kata Insya Allah ini.

Sulaiman bin Dawud ‘alaihi salam berkata : Sungguh aku akan berkeliling (menggilir) 100 istriku malam ini, sehingga tiap wanita akan melahirkan anak yang akan berjihad di jalan Allah.”

Malaikat mengucapkan kepada beliau: “Ucapkan Insya Allah.” Namun Nabi Sulaiman tidak mengucapkan dan lupa.

Kemudian beliau berkeliling pada istri-istrinya. Hasilnya, tidak ada yang melahirkan anak kecuali satu orang wanita yang melahirkan setengah manusia.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lantas bersabda: “Kalau Nabi Sulaiman mengucapkan Insyaallah, niscaya beliau tidak melanggar sumpahnya dan lebih diharapkan hajatnya terpenuhi.  (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi keutamaan ucapan insya Allah adalah kemudahan dari Allah, dengan dikabulkannya hajat yang ia inginkan.

Di sisi lain, jika janji tersebut atas takdir Allah tidak terpenuhi, maka ia tidak digolongkan sebagai orang yang mengingkari janji.

Nah demikianlah penjelasan mengenai Arti Insya Allah. Semoga dengan adanya artikel ini kita bisa mengamalkannya kalimat ” Insya Allah “ ini ketika berjanji.

Tapi juga tidak semena-mena mengucap kemudian tidak ada tindakan yang serius untuk menepatinya.

Nah itulah agama Islam yang sempurna mengatur dalam kehidupan kita agar selalu berbuat baik dan tidak seenaknya ketika berjanji. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar