Pengertian Ikhtiar

Pengertian Ikhtiar – Untuk bisa mencapai sebuah impian itu dibutuhkan sebuah ikhtiar (usaha). Ikhtiar ini dibagi menjadi 2 yaitu, langit dan bumi.

Lah kok langit sama bumi sih? Gak ada yang lainkah? Gak ada, hanya itu ikhtiar kita untuk bisa mencapai impian dan cita-cita kita.

Dan bisa juga diartikan, usaha yang dilakukan dengan bersungguh-sungguh (daya, upaya dan kemampuan) agar tercapai keinginan dan cita-cita.

Didalam Al-Quran Allah terdapat beberapa dalil yang menjelaskan mengenai pengertian Ikhtiar, diantaranya ialah :

1. Ikhtiar dalam Surah Ar-Ra’du : 11

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ

Artinya : “ Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Al-Quran surah Ar-Ra’du : 11)

Isi kandungan dari ayat diatas adalah setiap manusia Allah memerintahkan malaikat-malaikat untuk menjaganya.

Malaikat yang menjaga itu silih berganti di malam dan siang hari. Tak hanya pula menjaganya, tetapi malaikat juga mencatat segala perkataan dan perbuatan manusia.

Allah telah memberikan rahmat dan kenikmatan kepada manusia, untuk bisa mendapatkannya manusia harus berusaha.

Yang menentukan nasib kebahagiaannya adalah dianya sendiri dengan cara berusaha menjemputnya dari Allah.

Tak akan berubah nasib seseorang itu jika tanpa usaha.

Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka manusia juga tidak bisa menghindarinya.

Ada hadits terkait yang menjelaskan ayat diatas.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : Para malaikat malam dan para malaikat siang silih berganti menjaga kalian, dan mereka berkumpul pada shalat ashar dan shalat subuh.

Kemudian malaikat yang menjaga pada malam hari naik ke langit, lalu Allah menanyai mereka -dan Allah lebih mengetahui tentang mereka : Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?

Mereka menjawab : Kami meninggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami mendatangi mereka ketika mereka dalam keadaan shalat. (HR. Bukhari Muslim)

Nah dari penjelasan diatas kita bisa mengambil kesimpulan. Bahwa manusia itu harus selalu berusaha dalam kebaikan dan tidak berbuat kemaksiatan, karena adzab Allah sangatlah pedih.

2. Ikhtiar dalam Surah As-Shaffat : 61

لِمِثْلِ هَٰذَا فَلْيَعْمَلِ ٱلْعَٰمِلُونَ

Artinya : “ Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja (Al-Quran surah As-Shaffat : 61)

Isi kandungan dari ayat diatas yaitu untuk mendapatkan kenikmatan yang sempurna serta kemenangan yang besar. Hendaknya orang-orang saat masih hidup didunia memperbanyak usaha.

Dalam artian usaha untuk memperbanyak amal sholeh sehingga di Akhirat kelak mendapatkan kebahagiaannya juga.

Dari ayat diatas menceritakan sebuah percakapan antar manusia ketika berada di Akhirat.

3. Ikhtiar dalam Surah Al-Insyiqaq : 6

يَٰٓأَيُّهَا ٱلْإِنسَٰنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَٰقِيهِ

Artinya : “ Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya. (Al-Quran surah Al-Insyiqaq : 6)

Dalam ayat ini, Allah Subhaanahu Wa Ta’alaa mengungkapkan, bahwa manusia dalam masa hidupnya bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencapai cita-citanya.

Dan setiap langkah manusia, sesungguhnya menuju kepada akhir hidupnya yaitu kematian.

Dan disini kita harus memahami, bahwasannya beramal baik ataupun buruk itu pasti mendapatkan balasan setimpal atasnya.

4. Ikhtiar dalam Surah Al-Baqarah : 134

تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُم مَّا كَسَبْتُمْ ۖ وَلَا تُسْـَٔلُونَ عَمَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Artinya : “ Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan. (Al-Quran surah Al-Baqarah : 134)

Isi kandungan dari ayat diatas adalah umat manusia terdahulu yaa itulah mereka dan kehidupannya pun sudah berlalu.

Bagi mereka amal perbuatan mereka dan bagi kita yaa amal perbuatan kita. Kita tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatan mereka.

Begitupun mereka tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas kita.

Masing-masing hamba akan diberi balasan sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat. Dan mereka tidak akan dihakimi atas perbuatan orang lain.

Tidaklah ada yang memberi manfaat bagi seseorang, selain ke-Imanan dan Ke-Taqwaannya kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’alaa.

Maka dari itu,

Usaha KITA adalah usaha KITA bukan orang lain

5. Ikhtiar dalam Surah Al-Insyirah : 7

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

Artinya : “ Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. (Al-Quran surah Al-Insyirah : 7)

Makna ayat ini adalah perintah untuk memanfaatkan kesempatan umur dan waktu yang telah Allah berikan kepada kita.

Karena hidup di Dunia ini ibarat orang yang sedang lewat, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam :

مَا لِى وَمَا لِلدُّنْيَا مَا أَنَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

Artinya : “ Apa urusanku dengan dunia? Tidaklah aku di dunia ini kecuali hanyalah seperti musafir  yang bernaung di bawah pohon lalu pergi meninggalkannya.  (H.R. At-Tirmidzi).

Disini kita harus memahami, bahwasannya hidup di Dunia itu nggak selamanya, iya kan. Pasti kita akan meninggalkannya.

Oleh sebab itu, Nabi kita yaitu Nabiyyullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam memerintahkan umatnya agar berperilaku Zuhud kepada Dunia.

Dan jangan sampek Dunia memperbudak kita sebagaimana yang telah dijelaskan.

Jadi ketika kita sudah selesai berurusan dengan Dunia, maka jangan lupa kita harus menyelesaikan urusan akhirat.

Kita harus bersungguh-sungguh dalam beribadah, karena hanya kepada Allah-lah kita bergantung.

6. Ikhtiar dalam Surah Ibrahim : 51

لِيَجْزِىَ ٱللَّهُ كُلَّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ

Artinya : “ …Agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya. (Al-Quran surah Ibrahim : 51)

Kandungan dari ayat diatas adalah Allah memberi balasan atas apa yang mereka usaha dan perbuat.

Entah itu baik atau dosa, Allah akan tetap membalas perbuatan itu setara dengan apa yang kita perbuat. Ingat!! Balasan Allah Subhaanahu Wa Ta’alaa itu sangat cepat.

Di dalam sebuah ikhtiar manusia akan mendapatkan ilmu serta pengalaman baru. Meskipun tidak semua hasilnya itu sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Terkadang dalam berikhtiar kesabaran berserta keikhlasan kita itu diuji oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’alaa.

Ketika kita bisa bersabar dan ikhlas disaat hasilnya tidak sesuai dengan keinginan.

INGAT & YAKIN-LAH!! Bahwa Allah akan memberi pahala yang berlipat sesuai dengan apa yang kita ikhtiarkan.

Ikhtiar dalam Menjemput Rezeki

Untuk bisa mencapai impian atau rezeki kita harus ikhtiar agar bisa mendapatkannya. Nah dalam prosesnya, terlebih kita harus mengetahui bagaimana cara menjemputnya.

Berikut ini beberapa cara Ikhtiar dalam mendapatkan impian dan rezeki.

Pertama, kita harus maksimal dalam berikhtiar dengan kesungguhan takwa kepada-Nya.

Kedua, jangan lupa selalu berdoa dipenghujung malam. Karena sepertiga malam terakhir merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.

Ketiga, memperbanyak Istighfar. Karena dosa-dosa yang pernah kita lakukan itu adalah salah satu penghalang doa kita dan terwujudnya. Maka dianjurkan agar selalu ber-Istighfar Memohon Ampun kepada-Nya.

Keempat, tingkatkan amalan sunnah. Karena dengan meningkatkan amalan sunnah kita akan mendapatkan cinta-Nya Allah. Dengan cinta Allah urusan kita bisa dipermudah oleh-Nya.

Kelima, selalu optimis dan yakin akan usahanya. InsyaAllah dengan keyakinan itu Allah akan melihat usaha yang telah kita perbuat. Dan jangan pesimis tetap semangat menjalaninya.

Keenam, sedekahlah. Karena dengan bersedakah doa-doa kita akan diijabah oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’alaa.

Ketujuh, berbakti dan memohon doa kepada orang tua. Karena dengan ridha dan doa orang tualah Allah memudahkan semua urusan kita. Jika orang tua ridha maka Allah pun juga ridha.

Kedelapan, memohon doa kepada orang tua pasti, keluarga dan kerabat-kerabat karibnya yang istiqomah di jalan Allah Subhaanahu Wa Ta’alaa.

Nah itu lah beberapa ikhtiar kita untuk bisa mendapatkan sesuatu yang kita impikan, terutama dalam hal rezeki.

Kunci Ikhtiar untuk Meraih Hidayah Allah

Untuk bisa meraih hidayah Allah Subhaanahu Wa Ta’alaa, ada beberapa hal yang harus kita ketahui dan lakukan.

  1. Tidak boleh sombong atau Takabbur.
  2. Selalu menggunakan akal dan berfikir yang benar.
  3. Memperbanyak berdzikir mengingat Allah Subhaanahu Wa Ta’alaa.
  4. Berusaha untuk selalu mengkhatamkan Al-Quran.
  5. Bersilahturahmi dengan orang-orang Sholeh.

Selama Allah masih memberikan nikmat hidup, maka sebagai manusia kita harus terus berusaha. Berdiam diri tidak akan membawa kita kepada kesuksesan.

Benar rezeki itu ditangan Allah, akan tetapi untuk bisa mendapatkannya kita harus berusaha menjemput rezeki itu sendiri.

Intinya doa, ikhtiar beserta tawakkal itu harus selalu berjalan beriringan dengan usaha kita. Doa tanpa ikhtiar, yaa sama saja nggak ada hasil.

Begitu pula dengan ikhtiar tanpa doa, maka menjadikan hasilnya tidak berkah dan tidak maksimal.

Ketika kita sudah melakukannya semua (doa dan ikhtiar), tinggal kita bersabar menunggu hasil yang akan Allah berikan.

Jalani semuanya dengan ikhlas dan Qana’ah. Sesungguhnya apa yang Allah tetapkan bagi hamba-Nya itu lah yang terbaik baginya.

Bentuk-bentuk Ikhtiar

Ada beberapa bentuk ikhtiar yang perlu kita ketahui, antaranya ialah :

1. Bersungguh-sungguh

Disini bersungguh-sungguhnya tidak mencakup satu hal saja, ini mencakup apapun yang harus diperjuangkan.

Dalam hal jodoh, dalam hal rezeki, dalam hal mencapai keiinginan, maka itu membutuhkan sebuah kesungguhan. Maka bersungguhlah untuk bisa mendapatkannya.

2. Bekerja Keras

Bekerja keras?? Semisal nih, ketika ingin bisa masuk ke Universitas terbaik se-Indonesia. Nah disini apa kerja keras yang harus dilakukan?

Yang pasti adalah bekerja keras dalam belajar. Dengan belajar, kita bisa mendapatkan beasiswa, dengan mudahnya kita bisa kuliah ke Universitas yang kita inginkan.

3. Pantang Menyerah dan Jangan Mudah Putus Asa

Kalo ini mah harus…

Jangan mudah menyerah dan putus asa. Ketika kita jatuh atau gagal maka kita harus bangkit kembali. Terus semangat dan percaya bahwa kita bisa mencapainya.

Gagal bangkit lagi, gagal bangkit lagi… hingga kesuksesan kita dapat.

Ingat!!!

” Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda “

Demikianlah penjesalan mengenai pengertian ikhtiar dalam Al-Quran beserta kunci dan bentuk-bentuk Ikhtiar. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan kita mengenai Ilmu Akhirat.

Tinggalkan komentar