Doa Ziarah Kubur

Doa ziarah kubur – Ziarah kubur biasanya sering dilakukan ketika waktu lebaran tiba. Namun, ziarah itu tidak harus menunggu lebaran.! Kapanpun antum bisa berziarah kubur.

Tapi perihal ziarah kubur sendiri ada banyak pendapat, ada ulama yang memperbolehkannya dan ada juga yang tidak.

Tapi tunggu dulu, masalah ini akan saya bahas di bab hukum ziarah kubur menurut islam. Pokoknya lengkap akan saya bahas pada artikel kali ini. Oke langsung saja, baca dengan seksama.

Doa Ziarah Kubur

Nah ketika melakukan ziarah kubur, kita dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan berdoa. Berikut ini runtutan apa saja yang hendak dibaca ketika ziarah kubur.

  1. Membaca salam (1x)
  2. Membaca istighfar (3x)
  3. Membaca surah Al-Fatihah (1x)
  4. Membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas (3x)
  5. Membaca doa tahlil (33x)
  6. Membaca doa keselamatan atau doa jenazah

Nah berikut ini penjabaran dari doa ziarah kubur. Simak baik-baik yaaa….

1. Membaca Salam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap kali keluar rumah pada akhir malam, beliau selalu menyapa penduduk makam dengan salam.

Begitupun dengan kita, ketika hendak memasuki makan, maka dianjurkan untuk mengucapkan salam kepada penduduk makam.

Pada salam ini ada beberapa variasinya, berikut doanya.

Salam Pertama

doa ziarah kubur

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

” Assalamu’alaikum Ahlad-diyar Minal Mu’miniin wal Muslimiin. Wa Inna Insyaa Allahu bikum la-laahiquun, wa As-Alullaha Lanaa Walakumul ‘aafiyah. “

Artinya : “ Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang islam. Kami Insyaa Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.

Salam Berdua

doa salam masuk kubur

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

Assalamu‘alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu‘adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun.

Artinya : “ Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok dan kami Insyaa Allah akan menyusul kalian.

Bacaan salam ini dapat Anda panjatkan ketika memasuki makam, melewati makam atau ketika Anda akan memulai berdzikir.

2. Membaca Istighfar

bacaan istighfar

Kemudian, bacaan yang dibaca adalah doa istighfar.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi.

Artinya : “ Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.

3. Membaca Surah Al-Fatihah

doa ziarah kubur

Kemudian, mengirim doa dengan membaca surah Al-Fatihah kepada keluarga yang sudah meninggal dan para wali lainnya. Karena setiap doa kebaikan, Insyaa Allah diterima di sisi Allah.

Surah Al-Fatihah

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Alhamdu lilla_hi rabbil ‘a_lamin. Ar Rahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash-shirraatal musthaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin.

Artinya : “ Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh Alam, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan pula (jalan) mereka yang sesat.

4. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas

Selanjutnya adalah membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas.

Surah Al-Ikhlas

doa ziarah kubur
Keutamaan Surat Al Ikhlas

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Qul huwallahu ahad, allahu somad, lam yalid wa lam yụlad, wa lam yakul lahụ kufuwan ahad.

Artinya : “ Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu, (Allah) tidak beranak dan tidak juga diperanakkan. Dan Tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.

Surah Al-Falaq

doa ziarah kubur

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Qul auudzu birobbil falaq. Min syarri maa kholaq. Wa min syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqod. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.

Artinya : “ Aku berlindung kepada Allah Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.

Surah An-Naas

doa ziarah kubur

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِ . إِلَهِ النَّاسِ . مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Qul auudzu birobbinnaas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khonnaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas.

Artinya : “ Aku berlindung kepada Allah (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.

5. Membaca Tahlil

Kemudian dilanjutkan dengan membaca kalimat tahlil sebanyak 33 kali. Anda juga bisa mengikuti imam yang memimpin tahlil. Berikut bacaan tahlil dan simak baik-baik.

Bacaan Tahlil

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ

Laailaaha Illallah.

Artinya : “ Tiada Tuhan selain Allah.

6. Membaca Doa Jenazah

doa jenazah

Dan yang terakhir adalah membaca doa jenazah. Silahkan berikut ini bacaan doa jenazah, simak baik-baik yaa.


اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.

Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.

Artinya : ” Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.

Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.  (HR. Muslim).

Adab Ziarah Kubur

doa ziarah kubur

Adab itu tak hanya kepada guru atau orang tua, tempat seperti makam itu harus beradab juga. Beradab dalam artian menjaga lisan atau tingkah laku kita pada saat didalam kuburan.

Nah berikut ini beberapa contoh adab ketika berziarah kubur.

1. Memahami Tujuan Utama Berziarah itu Apa?

Tujuan kita ziarah kubur itu apa? Nah disini harus kita atur dulu sebelum berangkat berziarah. Karena setiap yang kita tujukan atau niatkan itu ada pertanggung jawabannya.

Dalam pelaksanaan ziarah kubur harus sesuai dengan tuntunan agama agar niatnya tidak melenceng yang akan menimbulkan kemusyrikan.

Tujuan berziarah sebenarnya ialah mengingatkan kita kepada kematian yang pasti terjadi kepada setiap orang, muslim maupun nonmuslim. Nah inilah tujuan yang paling utama ketika berziarah.

Dengan berziarah yang benar dan diikuti niat yang benar pula. Maka manusia akan menyadari, bahwa betapa kecil dirinya dihadapan Sang Pencipta. Ternyata kuburan adalah rumah masa depan yang suatu saat nanti ia akan merasakannya.

2. Menucapkan Salam Ketika Masuk

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada umatnya agar mengucapkan salam ketika masuk atau melewati kuburan.

Dari Buraidah radhiyallahhu ‘anhu, dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada para sahabat, jika mereka keluar menuju perkuburan agar mengucapkan :

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُوْنَ نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Artinya : “ Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) dan kaum mu’minin dan muslimin, mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang yang terdahulu dari kita dan orang-orang yang belakangan, dan kami Insya Allah akan menyusul kalian, kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian.

3. Tidak Memakai Sandal ketika Memasuki Kuburan

Hal ini terdapat dalam sabda beliau, dari sahabat Basyir bin Khashashiyah radhiyallahu ‘anhu :

” Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berjalan, tiba-tiba beliau melihat seseorang ssedang berjalan diantara kuburan dengan memakai sandal. Lalu Rasulullah bersabda,

يَا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ، وَيْحَكَ أَلْقِ سِبْتِيَّتَيْكَ» فَنَظَرَ الرَّجُلُ فَلَمَّا عَرَفَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَلَعَهُمَا فَرَمَى بِهِمَا

Artinya : “ Wahai pemakai sandal, celakalah engkau! Lepaskan sandalmu! . Tatkala ia mengenali bahwa yang mengingatkan adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia melepas kedua sandalnya dan melemparnya.

HR. Abu Dawud (2/72), An Nasa’I (1/288), Ibnu Majah (1/474), Ahmad (5/83), dan selainnya. Al Hakim berkata : Sanadnya shahih .

4. Tidak Duduk atau Menginjak Kuburan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ، فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

Artinya : “ Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur. (HR. Muslim, 3/62)

5. Mendoakan Mayit bukan Minta Doa kepada Mayit

Hal ini berdasarkan hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika beliau mengutus Barirah untuk membuntuti Nabi yang pergi ke Baqi’ Al-Gharqah.

Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berhenti di dekat Baqi’. lalu mengangkat tangan beliau untuk mendo’akan mereka. Dan ketika berdo’a, hendaknya tidak menghadap kubur karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat menghadap kuburan. Sedangkan do’a adalah intisari sholat

6. Tidak Berbicara Kasar atau Hal yang Bathil

Di dalam berziarah kubur kita tidak diperbolehkan berbicara kotor bathil dan kasar. Atau dalam islam disebut dengan al hujr.

Seperti keterangan dari Imam An Nawawi rahimahullah bahwa al hujr adalah ucapan yang bathil.

Syaikh Al-Albani rahimahullah mengatakan : Tidaklah samar lagi bahwa apa yang orang-orang awam lakukan ketika berziarah semisal berdo’a pada mayit, beristighotsah kepadanya, dan meminta sesuatu kepada Allah dengan perantaranya, adalah termasuk al hujr yang paling berat dan ucapan bathil yang paling besar.

Maka wajib bagi para ulama untuk menjelaskan kepada mereka tentang hukum Allah dalam hal itu. Dan memahamkan mereka tentang ziarah yang disyari’atkan dan tujuan syar’i dari ziarah tersebut.

Dan juga dapat mengganggu peziarah lainnya.

7. Tidak Boleh Menangis Meratapi Mayit

Menangis itu boleh akan tetapi sewajarnya aja. Sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis ketika menziarahi kubur ibu beliau sehingga membuat orang disekitar beliau ikut menangis.

Tetapi jika sampai tingkat meratapi mayit, menangis dengan histeris, menampar pipi dan merobek kerah maka hal ini diharamkan.

Hukum Ziarah Kubur dalam Islam

Ziarah kubur menurut pandangan islam adalah seperti yang disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu sesuatu yang diperbolehkan.

Oleh karena itu, ziarah kubur menjadi suatu hal yang berhukum mubah (boleh) atau tidak juga menjadi suatu hal yang haram dilakukan.

Jadi hukum ziarah kubur adalah diperbolehkan asalkan aktivitas tersebut dilakukan semata-mata untuk meningkatkan iman dan takwa kita terhadap Allah subhaanahu wa ta’alaa.

Dan mengingatkan kita kepada kematian, bahwa itu pasti akan terjadi kepada semua orang.

Hikmah Ziarah Kubur

doa ziarah kubur

Ziarah kubur mempunyai tujuan agar manusia mengingat akan kematian yang sudah pasti terjadi bagi semua orang.

Intinya dalam berziarah kubur adalah mendoakan para ahli kubur di satu sisi, dan bagi kita ziarah kubur adalah sarana untuk mengingatkan kematian agar kita segera memperbaiki jalan hidup kita.

Adapun doa ziarah kubur yang kita baca adalah sesuai kemampuan kita. Namun jika kita bisa mengucapkan doa-doa yang telah disusun oleh para ulama kita, baik dengan cara menghafal atau membaca, tentunya itu lebih baik.

Demikianlah penjelasan tentang doa ziarah kubur, adab ziarah kubur, hukum ziarah kubur menurut pandangan islam dan hikmah dari ziarah kubur.

Maka dari pada itu, semoga dengan adanya artikel doa ziarah kubur ini dapat meningkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah subhaanahu wa ta’alaa.

Leave a Reply