Doa Nabi Yunus

Doa Nabi Yunus – Di sebuah kehidupan, pastinya kita akan dihadapkan dengan sebuah musibah, masalah atau kesulitan. Entah masalah itu kecil atau pun besar pasti akan menimpah kita tanpa memandang derajat di dunia.

Oleh sebab itu, marilah kita selalu meminta perlindungan dan ampunan Allah subhaanahu wa ta’alaa. Agar Allah memberikan solusi disetiap permasalahan dan kesulitan yang kita alami.

Kita meminta perlindungan kepada Allah subhaanahu wa ta’alaa dengan cara berdoa. Doa Nabi Yunus adalah doa yang dibaca oleh Nabi Yunus disaat beliau mengalami kesulitan dan berada dalam situasi antara hidup dan mati.

Berikut doa Nabi Yunus, mulai dari bacaan arab, latin dan terjemahan artinya. Keutamaan doa dan cara mengamalkan doa nabi Yunus.

Baca Juga : Doa Nabi Sulaiman Lengkap (Bacaan Doa Arab Latin, Kisah dan Manfaatnya)

Doa Nabi Yunus

doa nabi yunus

Insyaa Allah, doa ini sudah sangat familiar diamalkan oleh umat muslim dibelahan dunia. Nah doa ini terdapat pada potongan ayat Al-Quran surah Al-Anbiya’ ayat 87-88 :

وَذَا النُّونِ اِذْ ذَهَبَ مُغَا ضِبًا فَضَنَّ اَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِى الضُلُمَاتِ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَا نَكَ اِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّا لِمِينَ. فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْحِى الْمُؤْ مِنِيْنَ

Wa zan-nuni iz zahaba mugaadiban fa zanna al lan naqdira ‘alaihi fa naadaa fiz-zulumaati al laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minaz-zalimiin.

Fastajabnaa lahu wa najjainaahu minal-gamm, wa kazaalika nunjil-mu’miniin.

Artinya : “ Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah. Lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap. : ‘Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim’.

Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.

Di atas adalah ayat lengkap dari doa nabi Yunus, nah berikut potongan nya.

لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَا نَكَ اِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّا لِمِينَ

Artinya : “ Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.

Fadhilah di Balik Doa Nabi Yunus

doa nabi yunus
bincangsyariah.com

Ketika kita baca doa ini sangatlah singkat dan sederhana. Akan tetapi, makna dari ayat ini sangat menjadi sebuah keistimewaan.

Didalam doa ini terdapat tiga keistimewaan yang terkandung didalamnya. Nah apa saja keistimewaannya? Berikut penjelasannya.

1. Pengakuan atas Ketauhidan Allah Subhaanahu wa ta’alaa

Hal pertama yang terkandung adalah mengakui bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah subhaanahu wa ta’alaa.

Artinya, tidak akan ada kekuatan yang melebihi kekuatan Allah Azza wa jalla. Allah-lah Dzat pemilik segalanya yang ada di dunia dan juga di akhirat.

Maka dari itu, ketauhidan inilah yang harus ditanamkan ke dalam jiwa kita. Hanya Allah dan Allah lah yang berhak disembah, tidak ada yang lain.

Dan untuk antum yang sudah mempunyai anak, maka ajarkanlah hal ini kepadanya agar memiliki ketauhidan yang kuat dan tak mudah goyah.

2. Pengakuan atas Kesalahan dan Kekurangan Diri

Kita sebagai manusia mengakui bahwa diri ini hanyalah biasa yang lemah. Tidak memiliki daya dan upaya melainkan pertolongan Allah subhaanahu wa ta’alaa.

Allah Suci dari kesalahan, suci dari kekurangan, Allah suci dari semua yang berbau kejelekan dan kebathilan.

Allah Maha Suci, Maha Kuasa, maka sepatutnya kita sebagai manusia tidak boleh rasa sombong yang tertanam dalam diri kita. Manusia hanya makhluk yang hina dengan penuh kesalahan dan dosa.

3. Permohonan Ampun kepada Allah Subhaanahu wa ta’alaa

Manusia itu tidak bisa terlepas dari salah dan dosa. Dari bangun tidur hingga tidur lagi selalu dipenuhi dengan melakukan perbuatan dosa, baik disengaja maupun tidak disengaja.

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Artinya : “ Setiap anak Adam pernah berbuat salah dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang bertobat. (HR. Tirmidzi no. 2499, hasan)

Ketika sudah mengetahui bahwa diri ini berlumuran dosa, apa yang kita lakukan?

Tiada lain yang kita lakukan adalah meminta ampunan Allah subhaanahu wa ta’alaa atas dosa dan kesalahan selama ini. Allah pasti mengampuni setiap dosa-dosa kita, karena Allah mempunyai sifat Maha Pengampun.

إنَّ اللهَ لَعَفُوٌّ غَفُوْرٌ

Artinya : “ Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. (Al-Quran surah Al-Hajj : 60)

Cara Mengamalkan Doa Nabi Yunus

doa nabi yunus
portal-islam.id

Banyak orang yang bertanya-tanya, kenapa cobaan itu Allah berikan kepada saya? Yaa karena kamu sanggup menyelesaikan masalah atau cobaan itu. Karena cobaan atau masalah yang Allah berikan itu tidak akan melebihi batas kemampuan kita.

لا يكلف الله نفساً إلا وسعها

Artinya : “ Bahwa Allah tidak membebani seseorang diluar kemampuannya.. ” (Al-Quran surah Al-Baqarah : 286)

Ketika kita mendapati ujian dan kesulitan tersebut, hal yang harus kita lakukan adalah berdoa. Salah satu doa yang mustajab dalam menghadapi segala macam kesulitan adalah doa Nabi Yunus.

Banyak orang mengamalkan doa ini agar dapat melewati segala kesulitan dalam hidupnya. Semoga doa yang dipanjatkan diijabah seperti doa Nabi Yunus.

Doa ini sangat baik diamalkan setiap harinya. Ketika selesai sholat wajib maupun sholat sunnah, apalagi dipanjatkan pada waktu-waktu yang mustajab sseperti waktu sepertiga malam.

Dengan kerendahan hati memohon ampunan dan pertolongan kepada Allah subhaanahu wa ta’alaa. Dan mengharapkan keridhoan dari Allah subhaanahu wa ta’alaa.

Baca Juga : Doa Iftitah Lengkap (Bacaan Arab, Latin dan Terjemahan Artinya)

Kisah Nabi Yunus ‘alaihi salam

doa nabi yunus
alquranalfatih.com

Kisah Nabi Yunus merupakan salah satu kisah yang sangat fenomenal. Nabi Yunus adalah salah satu Nabi yang ditimpah cukup banyak cobaan yang pernah membuat dirinya merasa putus asa.

Bahkan di dalam kemarahan dan kekecewaan Nabi Yunus dihadapkan pada situasi antara hidup dan mati. Nabi Yunus ditelan oleh ikan besar

Di daerah Mosul, Irak, terdapat sebuah kampung bernama Ninawa yang penduduknya berpaling dari jalan Allah yang lurus dan malah menyembah patung dan berhala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin memberikan petunjuk kepada mereka dan mengembalikan mereka ke jalan yang lurus, maka Dia mengutus Nabi Yunus ‘alaihissalam untuk mengajak mereka beriman dan meninggalkan sesembahan selain Allah ‘Azza wa Jalla.

Akan tetapi mereka menolak beriman kepada Allah dan tetap memilih menyembah patung dan berhala. Mereka lebih memilih kekafiran dan kesesatan daripada keimanan dan petunjuk, mereka mendustakan Nabi Yunus ‘alaihissalam, mengolok-olok dan menghinanya. Maka Nabi Yunus pun marah kepada kaumnya dan tidak berharap lagi terhadap keimanan mereka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala pun mewahyukan kepada Yunus untuk memberitahukan kaumnya, bahwa Allah akan mengadzab mereka karena sikap mereka itu setelah berlalu tiga hari.

Lalu Nabi Yunus menyampaikan perihal adzab itu kepada kaumnya dan mengancam kaumnya dengan adzab Allah, kemudian ia pergi meninggalkan mereka.

Ketika itu, kaum Yunus telah mengetahui, bahwa Nabi Yunus telah pergi meninggalkan mereka sehingga mereka yakin adzab akan turun dan bahwa Yunus adalah seorang nabi, maka mereka segera bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kembali kepada-Nya, dan menyesali sikap mereka.

Ketika itu, kaum lelaki, wanita, dan anak-anak menangis karena takut adzab menimpa mereka, dan mereka berdoa dengan suara keras kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar adzab itu diangkat dari mereka.

Saat Allah melihat jujurnya taubat mereka, maka Dia menghilangkan adzab itu dari mereka serta menjauhkannya. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka adzab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.” (QS. Yunus: 98)

Setelah peristiwa itu, Yunus tetap meninggalkan kampung kaumnya karena marah padahal Allah belum mengizinkannya, maka Yunus pergi ke tepi laut dan menaiki kapal.

Pada saat Yunus berada di atas kapal, maka ombak laut menjadi dahsyat, angin menjadi kencang dan membuat kapal menjadi oleng hingga hampir saja tenggelam.

Oleh ketika itu, kapal yang ditumpangi membawa barang-barang yang berat, lalu sebagiannya dilempar ke laut untuk meringankan beban.

Tetapi ternyata, kapal itu tetap saja oleng hampir  tenggelam, maka para penumpangnya bermusyawarah untuk meringankan beban kapal dengan melempar seseorang ke laut.

Maka mereka melakukan undian dan ternyata undian itu jatuh kepada diri Yunus, tetapi mereka tidak mau jika Yunus harus terjun ke laut, maka undian pun diulangi lagi, dan ternyata jatuh kepada Yunus lagi, hingga undian itu dilakukan sebanyak tiga kali dan hasilnya tetap sama.

Maka Yunus bangkit dan melepas bajunya, kemudian melempar dirinya ke laut.

Pada saat yang bersamaan, Allah telah mengirimkan ikan besar kepadanya dan mengilhamkan kepadanya untuk menelan Yunus dengan tidak merobek dagingnya atau mematahkan tulangnya, maka ikan itu melakukannya.

Ia menelan Nabi Yunus ke dalam perutnya tanpa mematahkan tulang dan merobek dagingnya, dan Yunus pun tinggal di perut ikan itu dalam beberapa waktu dan dibawa mengarungi lautan oleh ikan itu.

Ketika Yunus mendengar ucapan tasbih dari kerikil di bawah laut, maka di kegelapan itu Yunus berdoa, “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” Yunus berada dalam tiga kegelapan; kegelapan perut ikan, kegelapan lautan, dan kegelapan malam. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah Ta’ala,

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, “Bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”–Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiyaa’: 87-88)

Para ulama berselisih tentang berapa lama Nabi Yunus tinggal di dalam perut ikan. Menurut Qatadah, tiga hari. Menurut Abu Ja’far ash-Shaadiq, tujuh hari, sedangkan menurut Abu Malik, empat puluh hari. Mujahid berkata dari asy-Sya’bi, “Ia ditelan di waktu duha dan dimuntahkan di waktu sore.”

Wallahu a’lam.

Kemudian Allah memerintahkan ikan itu memuntahkan Yunus ke pinggir pantai, lalu Allah tumbuhkan di sana sebuah pohon sejenis labu yang memiliki daun yang lebat yang dapat menaungi Nabi Yunus dan menjaganya dari panas terik matahari. Allah Ta’ala berfirman,

“Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.– Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.” (QS. ash-Shaaffaat: 145-146)

Ketika Yunus dimuntahkan dari perut ikan yang keadaannya seperti anak burung yang telanjang dan tidak berambut. Lalu Allah menumbuhkan pohon sejenis labu, dimana ia dapat berteduh dengannya dan makan darinya. Selanjutnya pohon itu kering, lalu Yunus menangis karena keringnya pohon itu. Kemudian Allah berfirman kepadanya, “Apakah kamu menangis karena pohon itu kering. Namun kamu tidak menangis karena seratus ribu orang atau lebih yang ingin engkau binasakan.”

Selanjutnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Yunus agar kembali kepada kaumnya untuk memberitahukan mereka, bahwa Allah Ta’ala telah menerima taubat mereka dan telah ridha kepada mereka. Maka Nabi Yunus ‘alaihissalam melaksanakan perintah itu, ia pergi mendatangi kaumnya dan memberitahukan kepada mereka wahyu yang diterimanya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kaumnya pun telah beriman dan Allah memberikan berkah kepada harta dan anak-anak mereka, sebagaimana yang diterangkan Allah dalam firman-Nya,

“Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.–Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.” (QS. ash-Shaaffaat: 147-148)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji Nabi Yunus ‘ailaihissalam dalam Alquran, Dia berfirman,

“Dan Ismail, Alyasa’, Yunus, dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya).” (QS. Al An’aam: 86)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memuji Nabi Yunus ‘alaihissalam dalam sabdanya,

لاَ يَنْبَغِي لِعَبْدٍ أَنْ يَقُولَ: أَنَا خَيْرٌ مِنْ يُونُسَ بْنِ مَتَّى

Tidak layak bagi seorang hamba mengatakan, “Saya (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) lebih baik daripada Yunus bin Mata.” (Muttafaq ‘alaih)

Beliau mengucapkan demikian karena tawadhunya. Ada pula yang berpendapat, bahwa beliau mengucapkan demikian karena sebelumnya tidak mengetahui bahwa dirinya lebih utama di atas para nabi yang lain.

Ada pula yang berpendapat, bahwa beliau mengucapkan demikian untuk menghindari adanya sikap orang bodoh yang merendahkan martabat Nabi Yunus karena kisah yang disebutkan dalam Alquran, wallahu a’lam.

Dan tentang doa Nabi Yunus ‘alaihissalam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

“Doa Dzunnun (Nabi Yunus ‘alaihissalam) ketika di perut ikan adalah “Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” Sesungguhnya tidak seorang muslim pun yang berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah akan mengabulkan doanya.” (HR. Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).

Baca Juga : Doa Nabi Yusuf Lengkap (Bacaan Doa Arab Latin beserta Cara Mengamalkannya)

Kesimpulan

Maka dari itu, setiap kesulitan, cobaan, ujian dan musibah yang kita alami jangan lupa untuk meminta pertolongan kepada-Nya.

Dan ketika dihadapi kesulitan, maka jangan mengeluh apalagi berprasangka buruk kepada Allah. Anda harus yakin dan sangatlah percaya kepada Allah jika pertolongan Allah akan datang kepada kita.

Dengan mengamalkan doa Nabi Yunus ini terdapat ungkapan pangakuan dosa dan kesalahan yang selama ini kita lakukan. Sebagai manusia hanya bisa memohon ampun atas segala kesalahan dan kedzoliman yang kita lakukan.

Semoga Allah senantiasa mengijabahi setiap doa yang kita panjatkan, Aamiin Allahumma Aamiin.

Tinggalkan komentar