Doa Nabi Adam

Doa Nabi Adam – Nabi Adam ‘alaihi salam, ketika itu Allah turunkan dari Surga, karena beliau dan ibu Hawa melanggar perintah Allah Subhaanahu Wa ta’alaa.

Larangan yang telah Allah perintah yaitu dilarang mendekati dan memakan pohon buah khuldi. Namun akibat rayuan dan tipu daya iblis, Nabi Adam dan Siti Hawa melanggarnya.

Akibat hal tersebut Nabi Adam dan Siti Hawa diturunkan ke bumi. Dengan penyesalannya, kedua bertaubat dan meminta ampun kepada Allah atas kesalahan yang telah mereka lakukan. Berikut doa yang dibaca ketika bertaubat.

Baca Juga :

Doa Nabi Adam

doa nabi adam

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Rabbanaa zholamnaa anfusanaa wa illam tagfirlanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin.

Artinya : “ Ya tuhan Kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.

Istighfar Nabi Adam

doa nabi adam

لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ ، رَبِّ عَمِلْتُ سُوءًا وَظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي أَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ ، لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ رَبِّ عَمِلْتُ سُوءًا وَظَلَمْتُ نَفْسِي فَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ ، لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ ، رَبِّ عَمِلْتُ سُوءًا وَظَلَمْتُ نَفْسِي ، فَتُبْ عَلَيَّ ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيم

La ilaha illa anta subhanaka wa bihamdika rabbi ‘amiltu su-an wa dzalamtu nafsi faghfirli anta khoirul ghofirin la ilaha illa anta subhanaka wa bihamdika robbi ‘amiltu su-an wa dzolamtu nafsi farhamni innaka arhamur rohimin la ilaha illa anta subhanaka wa bihamdika robbi ‘amiltu su-an wa dzolamtu nafsi fatub ‘alayya innaka antat tawwabur rohim.

Artinya : “ Tiada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau dan segala puji untuk-Mu. Tuhanku, aku telah melakukan dosa dan menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku karena Engkau sebaik-sebaik pemberi ampunan.

Tiada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau dan segala puji untuk-Mu. Tuhanku, aku telah melakukan dosa dan menzalimi diriku sendiri, maka kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau sebaik-baik pengasih.

Tiada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau dan segala puji untuk-Mu. Tuhanku, aku telah melakukan dosa dan menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku, sesungguhnya Engkau sebaik-baik penerima taubat dan Maha Penyayang.

Doa Nabi Adam ketika di Multazam

doa nabi adam

اللهم إنك تعلم سري وعلانيتي، فاقبل معذرتي. وتعلم ما في نفسي فاغفر لي ذنوبي. وتعلم حاجتي فأعطني سؤلي. اللهم إني أسألك إيمانا يباشر قلبي، ويقينا صادقا حتى أعلم أنه لا يصيبني إلا ما كتبت لي، والرضا بما قضيت علي.

Allohumma innaka ta’lamu sirri wa ‘alaniyyati, faqbal ma’dzirati. Wa ta’lam ma fi nafsi faghfir li dzunubi. Wa ta’lam hajati fa a’thini suali. Allohumma inni as’aluka imanan yubasyir qalbi, wa yaqinan shodiqon hatta a’lama annahu la yushibuni illa ma katabtu li, war ridho bima qodhoita ‘alayya.

Artinya : “ Ya Allah, Engkau mengetahui rahasia dan tindak-tandukku, terimalah permohonan maafku. Engkau mengetahui detak hatiku, ampunilah dosaku. Engkau mengetahui kebutuhanku, kabulkanlah permohonanku.

Ya Allah, aku memohon pada-Mu diberikan keimanan yang meresap dalam hati, keyakinan yang teguh sehingga aku yakin bahwa tidak ada apa pun yang akan menimpaku kecuali karena takdir yang telah Engkau catat, dan aku ridha terhadap ketentuan yang Engkau tetapkan untukku.

Baca Juga :

Kisah Nabi Adam dan Ibu Hawa di Usir dari Surga

kisah turunnya adam dan hawa

Ketika itu Nabi Adam sudah sangat lama tinggal di dalam surga, akan tetapi Adam masih merasa kesepian meskipun sudah bersama malaikat. Dengan kehendak Allah, Adam mendapatkan seorang pendamping (istri) di dalam surga

Saat itu, malaikat kebingungan dan bertanya-tanya kepada Adam, siapa yang telah menjadi pendampingmu tersebut.? Adam pun dengan ilham dari Allah menjawab bahwa pendamping (istri)nya tersebut adalah bernama Siti Hawa.

Di surga Adam mendapati segala hal yang menjadi kebutuhan keduanya. Namun dari semua yang telah Allah berikan kepadanya, ada satu pohon yang Allah larang kepadanya untuk dimakan dan didekati yaitu pohon khuldi.

Adam dan Hawa hidup bahagia di surga, dengan kebahagian itu membuat iblis menjadi sangat tidak suka. Akhirnya dengan tipu daya iblis membujuk dan berprasangka buruk bahwa Allah tidak ingin Adam dan Hawa abadi di dalam surga.

Demi sedikit keduanya tergoda dan ia mengatakan tahu cara agar Adam dan Hawa bisa abadi di dalam surga. Dengan mengatakan caranya Adamdan Hawa harus mendekati pohon khuldi tersebut.

Akhirnya keduanya terbujuk dan tergoda oleh iblis untuk memakan buah dari pohon khuldi. Larangan yang Allah peringatkan malah ia langgar.

Rasa penyesalan yang sedalam-dalamnya muncul, Nabi Adam dan Siti Hawa pun kemudian bertobat dan memohon ampunan Allah.

Allah memberikan ampunan-Nya serta menjatuhkan hukuman yakni memerintahkan Nabi Adam dan Siti Hawa pergi dari surga dan turun ke muka Bumi.

Terhitung selama kurang lebih 300 tahun barulah kemudian mereka bertemu di sebuah bukit di jazirah Arab yang disebut dengan Jabal Rahmah.

Macam-macam rasa muncul, bahagia, sedih, terharu, kasihan, dan rasa sayang. Adam dan Hawa akhirnya berkumpul dan menyatu kembali seperti sewaktu di dalam surga. Allah kemudian menjadikan Adam sebagai seorang Nabi pertama di muka Bumi.

Nah itu lah singkat cerita turunnya nabi Adam dan Siti Hawa.

Hikmah dari Kisah Nabi Adam dan Siti Hawa

Hikmah yang bisa kita ambil dari kisah peristiwa turunnya Nabi Adam dan Siti Hawa. Keduanya turun dikarenakan tergoda dengan tipu daya iblis dan syaitan.

Karena iblis dan syaitan itu selalu berusaha sekuat tenaga dan dengan segala cara untuk menggoda umat manusia agar melakukan kerusakan di muka bumi. Secara pelan-pelan dan terus-menerus, hingga akhirnya tanpa terasa manusia mengikutinya.

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿١٦﴾ ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Artinya : “ Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.  (Al-Quran surah Al-A’raf : 16-17)

Maka dari pada itu, kita berdoa kepada Allah Subhaanahu wa ta’alaa agar dilindungi dari godaan dan tipu daya iblis.

Waktu Mustajab Membaca Doa

Dalam membaca doa Nabi Adam ini, sangatlah disarankan untuk membaca doa pada waktu-waktu yang mustajab. Berikut waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa Nabi Adam.

  1. Berdoa setelah Sholat Fardu dan setelah shalat Sunnah juga bisa dibaca.
  2. Antara adzan dan iqomah.
  3. Berdoa setelah bertaubat dan setelah mengerjakan shalat sunnah taubat 2 rakaat.
  4. Berdoa saat berada di makam Nabi Ibrahim ‘alaihi salam, setelah melakukan shalat sunnah Thawaf.

Nah itulah beberapa waktu yang mustajab untuk berdoa, semoga kita bisa mengamalkannya.

Baca Juga :

Manfaat Doa Nabi Adam

Adapun dengan khasiat dan manfaatnya, berikut ini penjelasannya.

  1. Dapat menyadarkan kita tentang semua dosa yang sudah kita lakukan.
  2. Merupakan doa ampunan dari segala dosa.
  3. Dijauhkan dari godaan dan bisikan dari setan yang terkutuk.
  4. Mendapat banyak keutamaan yang baik untuk kehidupan dunia dan akhirat.
  5. Mendapat pengalaman dari kesalahan yang sudah dilakukan oleh Nabi Adam ‘alaihi salam.
  6. Apabila diamalkan secara teratur dan sering, maka doa-doanya akan lebih dekat untuk dikabulkan Allah Subhaanahu Wa ta’alaa.

Demikianlah penjelasan mengenai doa Nabi Adam ‘alaihi salam. Semoga dengan adanya artikel ini, kita bisa lebih semangat dalam beribadah dan terutama berdoa kepada-Nya.

Jangan lupa di share ke temen-temennya yaa agar kita bisa mendapatkan amal jariyyah.

Leave a Reply