Biografi Imam Ibnu Majah Yang Menganggumkan

Imam Ibnu Majah merupakan salah seorang ulama yang juga mengumpulkan, melacak dan meneliti sebuah hadits yang sama hal para ulama ahli hadits lainnya seperti, Imam MuslimImam TirmidziImam Bukhari, Imam Abu Dawud, dan yang lainnya.

Perjuangan beliau yang sungguh membuat kita merasa tidak sanggup untuk itu. Akan tetapi karena kesungguhan beliau lah sehingga hadits-hadits Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wassallam telah bisa terkumpulkan dan bisa dibukukan oleh para ulama ahli hadits terutama juga Imam Ibnu Majah.

Nah disini penulis akan memberikan sebuah biografi Imam Ibnu Majah kepada para pembaca. Semoga dengan adanya biografi ini dapat menjadikan kita agar lebih semangat dalam menuntut ilmu agama dan lainnya. Berikut ini, biografi beliau.

Biografi dan Latar Belakang

kaijianpemikiranislam.com

Nama lengkap beliau ialah Abu abdullah Muhammad bin Yazid Ar-Rabi’ bin Majah al-Qazwini al-Hafidz, atau yang sering dikenal dengan Imam Ibnu Majah. Beliau juga memiliki kunyah yaitu, Abu ‘Abdullah adalah seorang ulama ahli hadits yang telah mengumpulkan hadits, karya beliau yang paling dikenal adalah kitab Sunan Ibnu Majah dan kitab ini termasuk kelompok Kutubus sittah.

Imam Ibnu Majah dilahirkan di daerah Qazwin pada tahun 207 atau 209 H, nah daerah Qazwin adalah salah satu kota yang terkenal dikawasan Iraq. Kenapa sebutannya Majah? Karena sebutan Majah ini dinisbatkan kepada ayahnya Yazid yang juga dikenal dengan sebutan Majah Maula Rab’at.

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa Majah adalah ayah dari Yazid (ayah Imam Ibnu Majah). Walaupun pendapat yang pertama lebih shahih, kata “Majah” adalah gelar ayah Muhammad, bukan gelar kakeknya, seperti yang telah diterangkan penulis Qamus jilid 9, hal. 208. Ibn Katsr dalam Al-Bidayah wan-Nibayah, jilid 11, hal. 52.

Ketika Ibnu Majah Menimba Ilmu

Imam Ibnu Majah, memulai pendidikan sejak beliau usia remaja dan menekuni pada bidang hadits sejak beliau menginjak usia 15 tahun pada seorang ulama yang terkenal pada saat itu yaitu, Ali bin Muhammad at-Tanafasy.

Bakat, minat dan tekad yang sangat kuat yang dimiliki beliau yang akhirnya membawa Imam Ibnu Majah berpetualangan di seluruh penjuru negeri untuk menelusuri dan meneliti hadits. Sepanjang hayat, beliau telah mendediksikan jiwa dan pikiran beliau hanya untuk menulis sebuah buku islami seperti, buku hadits, tafsir, fiqh, dan sejarah.

Di dalam bidang sejarah Imam Ibnu Majah menulis buku “At-Tarikh” yang menceritakan tentang biografi para Muhaddits sejak awal mereka hingga masanya. Dalam bidang tafsir beliau menulis buku “Al-Qur’an Al-Karim” dan dalam bidang hadits beliau menulis buku “Sunan Ibnu Majah“.

Sayang sekali, karena buku “At-Tarikh” dan “Al-Qur’an Al-Karim” tidak sampai kepada generasi selanjutnya karena buku tersebut dianggap kurang monumental.

Perjalanan Imam Ibnu Majah

Beliau memulai untuk mengandrungi bidang pendidikan ahli hadits pada saat itu yaitu dengan mengadakan perjalanan atau rihlah dalam rangka menimba ilmu hadits. Nah pada saat itu pula beliau keluar dari negerinya menuju berbagai negeri islam untuk mendengar, menghafal, mengumpulkan dan meneliti hadits tersebut. Berikut ini beberapa negera ataupun daerah yang pernah beliau datangi:

  • Khurasan
  • Naisabur
  • Ar-Ray
  • Baghdad
  • Mesir
  • Iraq
  • Kufah
  • Madinah
  • Mekkah
  • Damaskus
  • Syam
  • Himsh
  • Hijaz
  • Bashrah
  • Wasith
  • Dan berbagai negara lainnya.

Guru dan Murid Beliau

Bertahun-tahun beliau mencari dan menumpulkan sebuah hadits dari para ulama atau guru beliau. Nah berikut ini nama para guru Imam Ibnu Majah;

Guru-Guru Beliau

  • Ali bin Muhammad ath-Thanafusi
  • Muhammad bin Ramh
  • Abu Bakr bin Abi Syaibah
  • Ibrahim bin Mundzir al-Hizami
  • Hisyam bin Ammar
  • Abu Sa’id al-Asyaj
  • Abdullah bin Muawwiyah al-Jumahi
  • Jabbarah bin al-Mughallas
  • Mush’ab bin Abdullah az-Zubair
  • Suwaid bin Sa’id
  • Muhammad bin Abdulah bin Numair

Itu lah guru-guru beliau yang selama beliau menempuh untuk mengumpulkan hadits-hadits Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wassallam.

Murid-Murid Beliau

Keluasan ilmu beliau yang sehingga banyak sekali orang atau bisa dibilang murid yang ingin mengambil ilmu dari beliau. Nah berikut ini nama-nama murid beliau;

  • Sulaiman bin Yazid al-Fami
  • Ali bin Ibrahim al-Qaththan
  • Ishaq bin Muhammad
  • Muhammad bin Isa ash-Shiffar
  • Ibnu Sibuyah
  • Wajdi Ahmad bin Ibrahim
  • Muhammad bin Isa al-Abhari
  • Abu Thayyib Ahmad al-Baghdadi

Metodologi Imam Ibnu Majah

Sama halnya seperti Imam Muslim, bahwa Imam Ibnu Majah tidak melakukan pengulangan hadits kecuali hanya sebagian kecil saja dan itu penting menurut beliau.

Ternyata di kitab “Sunan Ibnu Majah“, tidak semuanya diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah seperti yang sudah diperkiraan orang banyak selama ini. Tapu hakikatnya terdapat didalamnya beberapa tambahan yang diriwayatkan oleh beberapa periwayat seperti, Abu al-Hasan al-Qatthani.

Ketika Al-Hasan al-Qatthani mendapatkan yang diriwayatkan hadits oleh Imam Ibnu Majah dari Sya’bah melalui perantara perawi lainnya. Dan pada hadits yang sama juga beliau mendaptkan perawi selain gurunya juga Imam Ibnu Majah, maka hadits ini telah sampai kepada kategori hadits Uluwwu al-Isnad meskipun beliau hanya sebatas murid dari Sang Imam Ibnu Majah.

Pujian Para Ulama Terhadap Imam Ibnu Majah

  • Ibnu Katsir, mengatakan, “Ibnu Majah adalah pemiliki kitab as-Sunan yang Masyhur ini menunjukkan amalnya, ilmunya, keluasan pengetahuannya dan kedalamannya dalam hadits serta ittiba’ terhadap sunah dalam hal perkara-perkara dasar maupun cabang“.
  • Al-Mizzi, mengatakan, “Ibnu Majah adalah seorang hafidz, pemilik kitab as-sunan dan beberapa hasil karya yang bermanfaat“.
  • Al-Hafidz al-Khalili mengatakan, “Ibnu Majah adalah seorang yang tsiqah kabir, muttafa ‘alaihi, dapat dijadikan sebagai hujjah, memiliki pengetahuan mendalam dalam masalah hadits dan hafalan“.
  • Al-Hafidz adz-Dzahabi mengatakan, “Ibnu Majah adalah seorang hafidz yang agung, hujjah dan ahli tafsir”.

Karya-Karya Imam Ibnu Majah

  • Kitab as-Sunan, yang merupakan salah satu kutubus sittah (enam kitab hadits yang pokok)
  • Kitab Tarikh, berisi sejarah sejak zaman sahabat hingga zaman Beliau (Ibnu Majah)
  • Kitab Tafsir Al-Qur’an, sebuah kitab tafsir yang besar manfaatnya seperti yang diterangkan Ibnu Katsir

Sedikiit Tentang Kitab “Sunan Ibnu Majah

Ulama-ulama memandang bahwa kitab hadits Ibnu Majah “Sunan Ibnu Majah”, merupakan sebagai kitab keenam dari kutubus sittah setelah Shahih al-Bukhari, shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Jami’ at-Tirmidzi, dan Sunan an-Nasa’i.

Nah, kitab karangan Imam Ibnu Majah ini memiliki keistimewaan yang patut kita berikan applause, berkat jerih payah beliau dalam menciptakan sebuah karya yang terbaik dan bermanfaat bagi umat islam di seluruh dunia. Dapat kita simpulkan bahwa buku ini memiliki susunan yang baik dan tidak ada pengulangan hadits yang serupa kecuali memang dianggap penting bagi Sang Imam Ibnu Majah.

Buku “Sunan Ibnu Majah” terdiri dari 32 kitab menurut al-Zahabi dan 1.500 bab menurut Abu Al-Hasan al-Qatthani dan terdiri 4.000 hadits menurutAz-Zahabi. Tapi jika kita teliti berulang-ulang dengan melihat buku yang di-Tahqiq oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi rahimullah, bahwa buku ini berjumlah 37 kitab selain dari muqaddimah, berarti kalau ditambah dengan muqaddimah maka berjumlah 38 kitab. Sedangkan jumlah bab buku ini terdiri dari 1.515 bab dan 4.341 hadits. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan nasakh.

Kitab hadits yang terdiri 4.341 hadits ini ternyata 3.002 hadits diantaranya telah di-takhrij oleh Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, Imam Tirmdzi, dan Imam Nasa’i dan yang lainnya. Dan 1.239 hadits lagi ini adalah tambahan dari Imam Ibnu Majah.

Wafatnya Imam Ibnu Majah

Imam Ibnu Majah wafat pada hari senin, 22 ramadhan 273 H atau 887 M. Dan almarhum dikebumikan pada hari selasa di tanah kelahirannya Qazwin, Iran.

Dalam kematian beliau, ada pendapat yang mengatakan bahwa beliau meninggal dunia pada tahun 275 H, namun pendapat yang pertama lebih valid dari pada yang kedua.

Meskipun beliau sudah terlebih dulu sampai ke finish dalam perjalanan hidup beliau, akan tetapi beliau tetapi dikenang dan disanjung oleh seluruh umat Islam di dunia. Dan ini adalah bukti bahwa beliau adalah ilmuan yang sejati akan keluasan ilmunya.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply