Biografi Imam At-Tirmidzi Yang Menginspirasi Umat Islam

Seperti halnya Imam Muslim, Imam Bukhari, dan lain-lainnya. Beliau juga pengumpul, peneliti, dan perangkum hadits-hadits shahih yaitu, beliau adalah Imam at-Tirmidzi. Beliau adalah salah satu Ulama hadits yang berjasa untuk kaum muslimin atau umat Islam.

Beliau adalah ahli hadits terkenal yang memiliki kitab hadits yang monumental yaitu, “Al-Jami’ “ atau Sunan at-Tirmidzi. Bagaimana sih biografi beliau, disaat pada saat muda maupun tua? Mari kita simak kisah perjalanan kehidupan beliau yang mulia itu. Semoga dapat mengambil manfaatnya dan pelajaran hidup dari beliau.

Baca Juga Yaa, Apa sih Pengertian Biografi dan Ciri-Cirinya?

Biografi dan Latar Belakang Imam at-Tirmidzi

dosenmuslim.com

Beliau bernamakan lengkap Muhammad bin ‘Isa bin Saurah bin Musa as-Sulami at-Tirmidzi, atau yang lebih popular dikalangan masyarakat adalah Imam at-tirmidzi. Beliau memiliki nama kunyah yaitu Abu ‘Isa, sedangkan nasabnya as-Sulami dan at-Tirmidzi.

Jika nasab as-Sulami adalah nisbah dari satu kabilah yang dijadikan afiliasi untuk beliau, dan sedangkan at-Tirmidzi yaitu, nisbah dari negri tempat kelahiran beliau (Tirmidz), yaitu suatu kota yang terletak di arah selatan dari sungai Jaihun, bagian selatan Iran.

Kelahiran Beliau

Ada beberapa pakar sejarah yang tidak menyebutkan tahun kelahiran beliau secara pasti, akan tetapi sebagian yang lain menyebut dan memperkirakan bahwa tahun kelahiran beliau tahun 209 H, sedangkan adz-Dzahabi berpendapat pada tahun kisaran 210 H.

Beliau lahir pada tahun 209 H, di sebuah bernama daerah Tirmidz yaitu sebuah kota kuno yang terletak di pinggiran sungai Jaihun. Nah, kenapa penulis tahun beliau 209 H? Karena penulis mengambil pendapat yang paling banyak dari para pakar sejarah. Lah lanjut.

Beliau tumbuh di daerah Tirmidz, sebelum beliau untuk memulai rihlah ilmiahnya beliau mendengar ilmu di daerah ini. Dan beliau pernah menceritakan bahwa kakek beliau adalah orang Marwa, kemudian beliau pindah dari Marwa menuju Tirmidz, dengan ini menunjukkan bahwa beliau lahir di Tirmidz.

Para ulama berbeda pendapat ketika beliau mengalami kebutaan pada waktu itu. Ada ulama yang mengatakan bahwa beliau mengalami kebutaan mulai sejak kecil, akan tetapi yang benar berita itu adalah kebutaan beliau pada masa tuanya, masa yang mana Imam Tirmidzi banyak melakukan perjalanan untuk menuntut ilmu.

Kisah Perjalanan Beliau Dalam Menuntut Ilmu

dewanggaumroh.com

Zaman seperti saat ini, sangatlah jarang kita temukan seorang pemuda yang sangat semngat untuk mencari dan menuntut ilmu agama pada usia yang masih belia. Pada biasanya, usia belia mereka hanya lebih banyak menyukai kebebasan bermain dan beraktivitas. Beliau memulai jihadnya untuk menuntut ilmu agama islam sejak masih usia muda. Beliau mengambil ilmu dari para syekh yang ada di negara beliau.

Kemudian beliau pada tahun 234 H itu mulai melakukan sebuah rihlah atau perjalanan untuk menuntut ilmu hingga ke berbagai negara yang ada di muka bumi ini. Yang mana perjalanan beliau itu hanya ditujukan untuk menuntut atau menimba ilmu agama.

Negara-negara yang pernah beliau datangi pada saat itu adalah Iraq, Madinah, Khurasan, Kuffah, Mekkah, Bashrah, Baghdad, Ar-Ray, Wasith, dan lainnya. Akan tetapi sayang sekali, Imam at-Tirmidzi tidak mendatangi negara Syam dan Mesir, sehingga hadits-hadits yang beliau riwayat kan dari Ulama kalangan Syam dan Mesir harus melalui sebuah perantara.

Para pakar sejarah berbeda pendapat dengan masuknya at-Tirmidzi ke negara Baghdad, sehingga mereka berkata, “Kalau sekiranya dia masuk ke Baghdad, niscaya dia akan mendengar dari Imam Ahmad bin Hanbal”. Al-Khathib tidak menyebut nama at-Tirmidzi (masuk ke Baghdad) di dalam tarikhnya. Sedangkan Ibnu Nuqthah dan yang lainnya menyebutkan bahwa beliau (at-Tirmidzi) masuk ke Baghdad.

Apa alasan Ibnu Nuqthah menyebutkan nama at-Tirmidzi masuk ke Baghdad? Karena Ibnu Nuqthah pernah mendengar di Baghdad dari beberapa ulama, diantaranya adalah Ahmad bin Mani’, Al-Hasan bin Ash-Shabbah, dan Muhammad bin Ishaq ash-Shaghani. Dengan masalah ini bisa sehingga bisa di prediksi bahwa at-Tirmidzi masuk ke Baghdad setelah wafatnya Imam Ahmad bin Hanbal.

Guru dan Murid Beliau (at-Tirmidzi)

Nah, bagi seorang penuntut illmu sudah pasti mempunyai seorang pengajar atau guru, begitu juga sebaliknya bagi seorang pengajar atau guru sudah pasti mempunyai seorang murid. Nah, berikut ini adalah beberapa guru dan murid Imam at-Tirmidzi.

Baca Juga Yaa Biografi Imam Bukhari Yang Menginspirasi

Guru-Guru Imam at-Tirmidzi

Berbagai negara dan daerah beliau singgahi untuk bisa mengumpulkan sebuah risalah Rasulullah Muhammad sholallahu ‘alaihi wassallam yaitu, Al-Hadits, sehingga beliau telah banyak menimba ilmu seperti halnya guru-guru beliau. Di antaranya para guru beliau adalah:

  • Ishaq bin Rahawaih.
  • Imam Bukhari.
  • Imam Muslim.
  • Imam Abu Dawud.
  • Qutaibah bin Sa’id.
  • Muhammad bin ‘Amru As Sawwaq al Balkhi
  • Mahmud bin Ghailan
  • Isma’il bin Musa al Fazari
  • Ahmad bin Mani’
  • Abu Mush’ab Az Zuhri
  • Basyr bin Mu’adz al Aqadi
  • Al Hasan bin Ahmad bin Abi Syu’aib
  • Abi ‘Ammar Al Husain bin Harits
  • Abdullah bin Mu’awiyyah al Jumahi
  • ‘Abdul Jabbar bin al ‘Ala`
  • Abu Kuraib
  • ‘Ali bin Hujr
  • ‘Ali bin sa’id bin Masruq al Kindi
  • ‘Amru bin ‘Ali al Fallas
  • ‘Imran bin Musa al Qazzaz
  • Muhammad bin aban al Mustamli
  • Muhammad bin Humaid Ar Razi
  • Muhammad bin ‘Abdul A’la
  • Muhammad bin Rafi’
  • Muhammad bin Yahya al ‘Adani
  • Hannad bin as Sari
  • Yahya bin Aktsum
  • Yahya bun Hubaib
  • Muhammad bin ‘Abdul Malik bin Abi Asy Syawarib
  • Suwaid bin Nashr al Marwazi
  • Ishaq bin Musa Al Khathami
  • Harun al Hammal.

Dan sekiranya ini yang telah penulis telusuri masih banyak lagi yang lainnya yang belum tercantum.

Murid-Murid Beliau

Suatu keutamaan orang yang berilmu ialah ia akan menjadi seorang manusia yang bermanfaat bagi orang banyak dan keberadaannya sangat dibutuhkan bagi orang-orang yang sadar akan penting ilmu agama maupun ilmu yang lain.

Sekian lama beliau menimba ilmu dari guru-guru beliau diatas, akhirnya beliau mengajarkan dan menyebarkan ilmu-ilmu yang telah beliau dapat selama ini kepada murid-muridnya. Nah, di antara murid beliau adalah:

  • Abu Hamid al-Marwazi.
  • Ar-Rabi’ bin Hayyan al-Bahiliy.
  • Abu Bakar Ahmad bin Isma’il as-Samarqand.
  • Ahmad bin ‘Ali bin Hasnuyah al Muqri`.
  • Ahmad bin Yusuf An Nasafi.
  • Ahmad bin Hamduyah an Nasafi.
  • Al Husain bin Yusuf Al Farabri.
  • Hammad bin Syair Al Warraq.
  • Daud bin Nashr bin Suhail Al Bazdawi.
  • Abdullah bin Nashr, saudara dari Al Bazdawi.
  • ‘Abd bin Muhammad bin Mahmud An Safi.
  • ‘Ali bin ‘Umar bin Kultsum as Samarqandi.
  • Al Fadhl bin ‘Ammar Ash Sharram.
  • Abu al ‘Abbas Muhammad bin Ahmad bin Mahbub.
  • Abu Ja’far Muhammad bin Ahmad An Nasafi.
  • Abu Ja’far Muhammad bin sufyan bin An Nadlr An Nasafi al Amin.
  • Muhammad bin Muhammad bin Yahya Al Harawi al Qirab.
  • Muhammad bin Mahmud bin ‘Ambar An Nasafi.
  • Muhammad bin Makki bin Nuh An Nasafai.
  • Musbih bin Abi Musa Al Kajiri.
  • Makhul bin al Fadhl An Nasafi.
  • Makki bin Nuh.
  • Nashr bin Muhammad biA Sabrah.
  • Al Haitsam bin Kulaib.

Sekiranya ini nama-nama murid yang telah beliau ajarkan dan sebarkan ilmunya kepada muridnya semua. Sekira ini yang penulis telah telusuri dan rangkum dari berbagai pihak yang berilmu.

Penilaian Para Ulama Terhadap Imam at-Tirmidzi

Beberapa Ulama menilai sebuah hasil dari seorang Ulama yaitu Imam at-Tirmidzi. Semoga dari penilaian ini bisa menjadi sebuah motivasi untuk lebih semangat lagi dalam menuntut ilmu agama, berikut ini penilaiannya.

  • Imam al-Bukhari mengetakan, “Ilmu yang aku ambil manfaatnya dari itu lebih banyak dari ilmu yang diambil manfaatnya dariku“.
  • Penuturan Ibnu Hibban terhadap Imam at-Tirmidzi, “Abu ‘Isa adalah sosok ulama yang mengumpulkan hadits, membukukan, menghafal dan mengumpulkan diskusi dalam hal ilmu hadits“.
  • Al-Mubarak bin al-Atsram menuturkan, “Imam Tirmidzi merupakan salah seorang imam hafidz dan tokoh“.
  • Abu Saul al-Idrisi, mengatakan, “Imam Tirmidzi adalah salah seorang Imam yang ikut dalam hal ilmu hadits, beliau telah menyusun kitab al-Jami’, tarikh dan ‘ilal dengan cara yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang alim yang kapabel. Dia adalah seorang ulama yang menjadi contoh dalam hal hafalan“.
  • Al-Hafidz al-Mizzi, juga menuturkan, “Imam Tirmidzi adalah seorang imam yang menonjol dan termasuk orang yang Allah jadikan kaum muslimin mengambil manfaat darinya“.
  • Adz-Dzahabi, mengatakan, “Imam Tirmidzi adalah seorang hafidz, alim, imam yang kapabel“.
  • Ibnu Katsir, mengatakan, “Imam Tirmidzi adalah salah seorang imam dalam bidangnya pada zamn beliau“.
  • Abu Ya’la al-Khalili, mengatakan, “Muhammad bin Isa di Tirmidz adalah seorang yang tsiqah menurut kesesuain para ulama, dan terkenal dengan amanah dan keilmuannya“.

Karya-Karya Emas Beliau

khazanah.republika.co.id

Salah satu hal yang dapat menyebabkan orang yang berilmu tersebut akan selalu terkenang namanya dan terus mengalir amal jariyyah (pahala) adalah apabila dia menulis suatu ilmu-ilmu dalam suatu buku yang akan dibaca oleh manusia akhir sampai akhir zaman.

Nah, berikut ini beberapa karya Imam at-Tirmidzi yang hingga saat ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh umat islam terutama para ulama pada saat ini.

  1. Al-Jami’ (Sunan at-Tirmidzi)
  2. Al-‘Ilal
  3. Al-‘Ilal al-Kabir
  4. Syamail an-Nabi sholallahu ‘alaihi wassallam
  5. At-Tarikh
  6. Az-Zuhd
  7. Al-Asma’ wal-Kuna

Dan masih banyak lagi karya-karya beliau yang masih belum tercantum diatas.

Wafatnya Imam at-Tirmidzi

Imam at-Tirmidzi wafat di daerahnya yaitu, Tirmidz pada malam senin 13 Rajab pada tahun 279 H, bertepatan dengan 8 Oktober 892 M. Beliau pada saat itu usianya sekitar 70 tahun.

Baca Juga Yaa Biografi Imam Muslim yang Menginspirasi

Jadi kesimpulan yang bisa diambil adalah semangat, gigih, dan pantang menyerah. Untuk apa? Yaitu untuk menuntut ilmu dijalan Allah, karena perjuangan beliau lah sehingga kita umat akhir zaman bisa mendapatkan manfaat dari berbagai karya-karya beliau yang telah menyebar diseluruh dunia.

Semoga Bermanfaat!!

Tinggalkan komentar