Arti Man Jadda Wajada

Arti Man Jadda Wajada – Mungkin kalimat ini sudah nggak asing lagi di telinga, yaa kan? Nah kalimat ini mengandung sebuah hal yang berkaitan dengan tujuan hidup dan cita-cita.

Pernah nggak kalian nonton film, Negeri Lima Menara…..? Nah di film inilah, kalimat Man Jadda Wajada dijadikan slogan.

Mungkin bagi yang sudah pernah nonton film tersebut, pasti paham betul apa makna dan arti Man Jadda Wajada sebenarnya.

Tapi, biar kita sama-sama faham,, yaa, tentang apa makna dan arti dari Man Jadda Wajada sendiri. Nah berikut ini lengkap penjelasannya, okayy.

Arti Man Jadda Wajada

arti man jadda wajada
Arti Man Jadda Wajada

Sebelum membahas lebih dalam, disini yang perlu kita perhatikan adalah penulisannya. Karena sebagian orang berbeda penulisan abjadnya.

Seperti contoh,

  1. Man Jadda Wajada
  2. Man Jada Wa Jadda
  3. Man Jadda Wajadda
  4. Man Jada Wa Jada

Dari beberapa tulisan diatas, yang benar adalah contoh pertama Man Jadda Wajada .

Namun perlu diketahui, bahwa kalimat ini bukanlah perkataan Nabi (Hadits). Karena ada sebagian umat Islam menganggap ungkapan ini adalah Hadits.

Ditakutkan ketika kita menganggap ini menjadi hadits. Kemudian kita menyampaikan ungkapan ini dengan menyambungkan riwayat langsung kepada Rasulullah, maka seolah-olah kita sudah menyiapkan kavling di Neraka.

Jadi berhati-hati ketika menyampaikan sebuah hadits dan teliti terlebih dahulu sebelum menyampaikan.

Kembali lagi, bahwa ungkapan ini terdiri dari tiga kata yaitu man, jadda, dan wajada. Ketika kita gabungkan kata tersebut dijadikan kalimat maka memiliki arti.

مَنْ جَدوجد

” Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkan hasilnya “

Nah kata-kata ini cocok buat kita yang sedang berusaha untuk mengejar suatu impian atau sedang menuntut ilmu.

Karena ungkapan ini dapat menumbuhkan kembali semangat ketika posisi kita lagi down, futur dan lain-lain.

Memang di dalam kehidupan harus rela bersusah payah terlebih dahulu untuk mendapat apa yang diinginkan. Karena nggak ada orang sukses yang awalnya itu seneng dulu.

Coba tanyakan ke saudara atau ke siapapun itu yang sudah sukses, pasti awal mereka susah terlebih dahulu.

Jadi buat temen-temen, tetap semangat untuk meraih impian dan cita-cita. Dan tanamkan ungkapan ini dalam diri kita agar selalu semangat dalam prosesnya.

Manfaat Man Jadda Wajada

manfaat man jadda wajada
Manfaat Man Jadda Wajada

Adapun ketika kita melakukan ikhtiar, perjuangan seperti hal yang terkandung dalam kalimat Man Jadda Wajada, itu akan memberikan manfaat kepada diri kita sendiri.

Nah apa saja manfaatnya? Berikut ini manfaat ketika ketika orang menerapkan Man Jadda Wajada.

  1. Sebagai kalimat yang bisa mengusir rasa malas yang mana rasa malas ini adalah virus penghambat kita dalam melakukan usaha.
  2. Membuat kita mencari berbagai cara guna mengatasi rintangan atau halangan yang menghadang langkah kita untuk bisa berhasil.
  3. Menjadikan diri kita selalu ingin memperbaiki segala kekurangan agar bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan.
  4. Menjadikan kita mau belajar dari orang-orang sukses dan meniru apa yang sudah mereka buktikan, sebab dari kesungguhannya.
  5. Meresapi pepatah ini, menjadikan diri kita tidak mudah berputus asa atau berhenti meraih kesuksesan. Kita akan terus mencoba dengan penuh kesungguhan sampai berhasil
  6. Menjadikan kita tidak pernah kalah dengan masalah. Justru, kita akan terus melakukan upaya untuk mengatasi masalah tersebut.

Cara Mewujudkan Cita-cita

cara mewujudkan impian
Cara Mewujudkan Cita-cita

Untuk bisa menggapai apa yang kita inginkan dan impikan itu membutuhkan sebuah proses perjuangan.

Kalo tidak ada perjuangan, mungkin impian itu nggak akan pernah tercapai.

Banyak banget cara orang itu berjuang untuk menggapainya, bervariasi itupun tergantung orangnya.

Nah disini kami akan membagikan beberapa tips atau cara mewujudkan yang kita impikan. Istilahnya yaa ikhtiar kita dalam mewujudkannya.

Oke langsung saja, simak baik-baik yaa penjelasan dibawah ini.

1. Niat

Hal yang utama adalah berniat dengan sungguh-sungguh. Perlu diketahui, hal yang paling sulit itu bukanlah proses meraih cita-cita, melainkan mempertahankan apa yang sudah diraihnya.

Maka dari itu, dibutuhkan kesungguhan dan niat yang tulus murni dari dalam diri kita sendiri.

Ketika niat sudah tertanam dalam diri. InsyaAllah Allah akan mempermudah segala prosesnya, InsyaAllah.

Nah, ketika cita-cita yang kita impikan itu sudah tergapai, kemudian posisi kita sudah diatas. Maka disitulah berbagai macam godaan dunia yang akan kita rasakan.

Agar tidak terjerumus kedalam godaan tersebut, maka kita harus mempertahankan niat awal kita.

Atas niat apa kita mewujudkan impian tersebut?

Nah pertanyaan inilah yang harus tanyakan kepada diri kita sendiri. Karena niat yang paling utama didasarkan untuk beribadah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’alaa.

2. Tentukan Target

Ada masa, dimana kita sedang berjuang dan belajar, kemudian perasaan menyerah tiba-tiba menghantui kita.

Jangan menyerah, jangan berhenti!! Tetaplah dalam niat awal kita.

Nah, untuk menghindari perasaan tersebut, maka harus bin wajib kita menetapkan target dan komitmen untuk diri sendiri.

Bagaimana caranya? Yaa buatlah jam belajar perhari, atur setiap waktu yang kita gunakan untuk menghafal, murojaah, makan, mandi, sholat dan lain sebagainya.

Tapi jangan lupa juga untuk menyediakan waktu istirahat (jeda) untuk otak kita agar tidak terlalu lelah. Dalam sepekan kita harus menyisihkan satu hari untuk refresing diri.

3. Hindari Maksiat

Di poin inilah yang harus diperhatikan!

Ketika niat sudah tulus, ikhlas untuk terus ikhtiar agar bisa menggapainya. Yang terpenting jangan sampai niat tulus itu dikotori dengan kemaksiatan.

Hindarkan dari pikiran, hati, pandangan mata, dan perbuatan dari hal-hal yang berbau maksiat. Selain dilarang agama, itu juga akan mengurangi keberkahan.

Maka dari itu, jagalah hati dan niat tulus kita. Agar Allah memudahkan langkah kita untuk mewujudkan impiannya.

4. Doa Orang Tua

Hal yang tidak boleh terlewatkan adalah doa orang tua. Karena, seberapa keras kita berusaha namun tidak mendapat ridha orang tua maka semuanya sia-sia saja.

Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda,

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

Artinya : Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua (Hasan. at-Tirmidzi : 1899,  HR. al-Hakim : 7249, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir : 14368, al-Bazzar : 2394)

Jangan lupa untuk meminta doa restu Ibu dan Ayah

InsyaAllah Allah akan mempermudahkan setiap langkah kita dengan penuh keberkahan, InsyaAllah.

5. Dan Paling Utama Hubungan Kita sama Allah

Hubungan kita sama Allah harus terjaga

Karena percuma juga, kalo sudah berusaha dan ikhtiar tapi hubungan kita sama Allah nggak ada yaa sia-sia.

Jadi ikhtiarnya itu bukan hanya usaha keras dunia saja yaa tapi juga ikhtiar langit yaitu ibadah dan ketaatan kita kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’alaa.

Jaga Hubungan sama Allah, Okeyyy…

Video Lagu Man Jadda Wajada

Berikut ini kami sajikan lagu yang berkaitan dengan kalimat ini.

Gontortv

Kesimpulan yang Bisa diambil

Nah dari beberapa penjelasan diatas, kita bisa mengambil kesimpulan. Bahwasannya kesuksesan itu tidak bisa diraih dengan cara yang instan, butuh proses butuh perjuangan kita.

Kesuksesan apapun, baik dunia dan akhirat. Ketika mencari kesuksesan dunia, maka kita harus semangat dengan apa yang dituju dalam kesuksesan dunia ini.

Begitupun dengan kesuksesan akhirat, kita harus lebih semangat dalam beribadah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’alaa.

Harus bin Wajib mematuhi apa yang telah diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

Intinya adalah ikhtiar kita, kesungguhan kita, perjuangan kita. Masalah hasil urusan Allah Subhaanahu Wa Ta’alaa. Tapi InsyaAllah perjuangan tidak akan mengecewakan hasil.

Tinggalkan komentar