Pengalaman Dalam Kehidupan Saya

Haiii,,,,Saudara-saudaraku yang seiman dan seaqidah.

    Pengalaman merupakan kejadian yang pernah dialami (dijalani, dirasai, ditanggung dll) baik yang sudah lama maupun yang baru saja terjadi. Yang terpenting dari pengalaman adalah hikmah atau pelajaran yang bisa kita diambil.

Dikesempatan kali ini saya mau bercerita tentang pengalaman pribadi yang selalu saya ingat sampai sekarang,dan pengalaman ini adalah masalah yang selalu membuat aku ingat sampai sekrang,,dan suatu pengalaman yang insyaallah dapat menjadi pelajaran bagi saya pribadi maupun pembaca.

Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, waktu terus berputar seperti roda. Saya dulu, pernah mengalami kecanduan Game. Game ini pasti banyak yang mengetahui dan sangat populer pada saat itu. Apalagi kalo bukan PB(point blank). PB ini adalah suatu permainan yang seru dan tidak membosankan,, dan banyak teman-teman saya yang kecanduan dan hampir lupa waktu, ya waktu makan, waktu sholat.

Banyak sekali waktu-waktu yang terlewatkan demi memainkan game PB ini. Hingga, kewajiban pun bisa saya lupakan gara-gara memainkan game lagi, contahnya? Lupa waktu makan, sholat dan lupa yang lainnya. Hingga saya pernah pada saat pengambilan raport, saya mengalami penurunan peringkat.

Semenjak saya kecanduan game PB(point blank) ini. Saya mengalami penurunan ranking secara drastis yang awalnya masuk dalam peringkat 5 besar menjadi 10 besar. Dan kejadian menurunnya peringkat itu terjadi,kelas..?? Insyaallah kelas 4 dan 5 SD, ketika kelas 5 sudah berlalu. Berapa bulan kemudian, kecanduan game saya mulai muncul lagi, tapi tidak separah kelas 4 dan 5 yang nekat. Mulai dari situ, saya sadar bahwasannya kesenangan yang saya alami itu, bukanlah kesenangan yang abadi atau kekal.

Semua kesenangan didunia ini adalah suatu kesenangan yang merperdaya atau sementara tidak kekal selamanya. Karena Allah SWT telah berfirman:

Artinya:”…..Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan“.(QS.Ali-‘imran:185).Ini,,,akhir kalimat dari ayat 185 surah Ali-Imran.

    Dan setelah kelulusan kelas 6 SD, saya minta ke orang tua untuk melanjutkan sekolah ke pondok. Akhirnya, orang tua saya mengizini saya melanjutkan sekolah ke pondok. Beberapa hari kemudian setelah kelulusan dari SD, saya mendaftar pondok,,Pondoknya gak jauh dari tempat tinggal saya, paling kurang lebih sekitar 15 km, dan di tempuh kurang lebih 30 menit dari rumah saya kalau pakai kendaraan. Nama pondoknya yaitu PONPES AL-FATTAH, disinilah aku mulai berhijrah dan merubah sikap saya yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Dari awal yang buruk menuju ke suatu kebiasaan yang baik.                                                                                                                

    Dan disitu juga, saya dapat merubah sikap dan kebiasaan saya, yang awalnya sering main game dan alhamdulillah sekarang sudah bisa lepas dari kebiasaan tersebut. Dan awalnya jarang berpuasa senin dan kamis, alhamdulillah dari pondok tersebutlah saya bisa kebiasaan. Dan Kenapa saya memilih sekolah di pondok dari pada sekolah diluar..??? Karna saya takut dari dunia luar, dan yang paling saya takuti adalah pergaulan bebas, seperti: meminum minuman keras, seksual, dan lain sebagainya.

Dan disitu juga saya memulai awal kebiasaan baik, dan mulai hijrah ke perilaku yang baik. Karena perilaku yang baik itu juga buat kita sendiri. Karena Allah SWT telah berfirman:

        Artinya:” Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri“(QS.AL-ISRA’:7).

Kini, alhamdulillah saya sudah menginjak SMA dan saya memutuskan untuk ke pondok lagi,,yaa sama? Karena saya takut dunia luar yang begitu mencekam pergaulannya yang begitu bebas. Sekarang SMA yang saya tempati, yaitu SMA SINTESA yang bertempat di desa ngadirejo RT04 RW 02, kawedanan, magetan. Dan di SINTESA lah, saya juga mempelajari tentang masalah bisnis, Tahfidzul Qur’an, dan membiasakan diri melakukan kebiasaan-kebiasaan sunnah, seperti: sholat tahajud, sholat dhuha, puasa senin kamis dan kebiasaan sunnah-sunnah yang lainnya.

Cerita singkat dari saya, mulai dari sekarang marilah kita merubah sikap. Yang awalnya buruk kita ubah menjadi yang baik. Dan apabila kita melakukan amal baik, maka kebaikan itu akan kembali ke diri kita sendiri.

Dan apabila kita melakukan kebiasaan jelek atau buruk maka keburukan tersebut akan kembali kepada diri kita sendiri. Dan mulai saat itu, masa lalu yang sering saya gunakan waktu untuk bermain game.

Kini, alhamdulillah bisa merubah kebiasaan tersebut. Setelah itu, saya mulai merubah atas segala kesalahan-kesalahan yang pernah saya perbuat.

Sekian cerita pendek dari saya dan terima kasih……

 

Show Comments

2 Comments

    • Bayu Nadlif

Leave a Reply