MY TRIP MY ADVENTURE di Air terjun Rambot Moyo

Hello,,,disini saya menulis kembali artikel tantang pengalaman saya,,yaaa karena dapet tugas dari ustadz,menulis sebuah pengalaman,pengalaman yang akan saya tulis ketika perjalanan menaklukan air terjun rambut moyo,di desa Njeglong,krajan,kecamatan puspo,Pasuruan,Jawa timur.

Ketika itu,kami berkunjung kerumah Bu dhe dan Pak dhe bersama teman-teman pondok dulu. Kami berangkat dari rumah hari selasa, insyaallah jam 06.15. Kami berpamitan ke orang tua. Saat itu kami diberi amanah sama orang tua(IBU) disuruh beli bahan pokok makan dipasar Nongkojajar. Kami berangkat melanjutkan perjalanan,perjalanan dari rumah ke rumahnya Bu dhe di tempuh sekitar 2 sampek 3 jam, terus lanjut perjalanan tanpa berhenti.

Hingga sampek ke pasar Nongko Jajar pasuruan,kami berhenti sejenak istirahat dan membeli bahan pokok makan yang disuruh ibu sebelum berangkat perjalanan.Saya disuruh ibu beli bahan pokok makan untuk Bu dhe.Kami masuk ke dalam pasar membeli apa yang disuruh ibu tadi, seperti: telur, tempe, dan beras.

Seusai membeli semuanya kami melanjutkan perjalanan. Rumah Bu dhe gak jauh dari pasar yang saya beli bahan pokok tadi. Kami terus melanjutkan perjalanan. Beberapa menit kemudian, alhamdulillah kami sudah sampek dirumah Bu dhe dalam keadaan selamat.

Kami bermalam di rumah Bu dhe selama 3 hari disana.Istirahat sambil nunggu adzan dhuhur,kami menikmati makanan yang tadi telah dibuatkan Bu dhe.Semalam udah terlewatkan,besok pagi saya dan teman-teman merencakan pergi jalan-jalan.

Keesokan harinya,kami siap-siap makan, selesai makan minta izin ke Bu dhe buat jalan-jalan ke Air terjun,alhamdulillah di bolehi sama bu dhe.Sekitar jam 08.00 kami berangkat,dan ketika dalam perjalanan banyak sekali jalan-jalan rusak yang belom di perbaiki oleh pemerintah,sehingga jalan tersebut berlubang dan dapat menimbulkan korban kecelakaan.

Ketika kami sudah sampek di desa palangsari,kami berhenti sejenak menikmati pemandangan dan berfoto-foto disekitar desa palangsari,setelah berfoto-foto kami melanjutkan perjalanan menuju ke air terjun rambot moyo yang terletak di dusun krajan,letak air terjun ini gak jauh dari desa Palangsari tadi.

Perjalanan terus berlanjut hingga sampai didepan gapura air terjun rambot moyo,disitu kami beristirahat dan memarkirkan sepada motor diplataran  rumah warga.

Ketika kami selesai istirahat dan memakirkan sepeda motor ke plataran rumah warga,kami melanjutkan perjalanan.Sesampai di pertangahan perjalanan,kami merasa kebingungan karena ada 2 jalan yang sama,dan ada salah satu teman kami yang bilang”hee,,,liwat dalan seng iki ae” bahasa indonesianya”hee,,,lewat jalan yang sini saja”,,karena dia pertama kali kesini,namanya aja seorang pertualang yaa kami turuti apa yang dia bilang,,,yang penting TATAK tak  menghiraukan tantangan atau rintangan yang akan kami alami saat dalam perjalanan.

Dan kami mengikuti apa ya dia bilang tadi,sehingga kami terus berjalan,teruuuuus…akhirnya kami kebingungan memilih jalan alias kesasar(tersesat).Pada situasi ini kami mendiskusikan lagi untuk memilih jalan,akhirnya kami setuju melewati bebatuan sungai,kami turun dari jalan yang kami tadi.

Dan kami sangat tertantang akan medan bebatuan yang sangat besar-besar,dan kami terus melanjutkan perjalanan kami istirahat sejenak,karena kelelahan naik turun bebatuan yang amat besar.

Untuk beberapa menit, kami sempatkan beristirahat sejenak. Seusai istirahat, kami melanjutkan kembali perjalanannya, terooos TATAK. Namanya aja “MY TRIP MY ADVENTURE” hehe….kayak acara televisi aja. Kami terus berjalan melewati bebatuan. Perjalanan ini memang sangat melelahkan. Tapi, kita tetap semangat untuk menaklukan sebuah air terjun yang letaknya sangat jauh dari perkotaan. Tekat kami tak pernah luntur, terus kami jalani.

Dan akhirnya,sebuah air terjun sudah tampak didepan mata. Dan kami pun berlari untuk lebih cepat mencapai tujuan kami, yaitu “AIR TERJUN RAMBOT MOYO”. Dan sampailah kami ditempat yang amat indah ini.

Pada saat itu, kami tidak mau melepaskan kesempatan begitu saja kesegarannya dari air terjun rambot moyo. Dan akhirnya, kami melepas lelah dengan mandi dan yang pasti acara yang tak akan kita lewatkan, yaitu berfoto-foto di air terjun rambot moyo.

Disini, saya sedikit bercerita tentang air terjun rambot moyo ini. Konon Nama Rambut Moyo berasal dari nama makam Mbah seorang  tokoh yang namanya diabadikan untuk identitas air terjun tersebut. Sesuai dengan namanya, aliran air terjun ini mirip rambut, tipis namun tersebar banyak.

Di bebatuan yang dilewati aliran air terjun banyak ditumbuhi lumut tebal berwarna hijau dengan banyak batu-batu besar berserakan disekitarnya. Ketinggian terjunan air ini sekitar ± 40 meter dengan telaga kecil yang airnya cukup dangkal dibawahnya.

Dan inilah sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan bersama konco-konco(teman-teman) pondok. Perjalanan yang begitu menyenangkan dan yang sangat penuh dengan tantangan,seperti melewati bebatuan,tersesat jalan gara-gara intruksi yang sangat benar,,,hehehe, alias salah. Tapi gak papalah, yang penting kami bisa membuat sebuah album kenangan yang terindah bersama konco-konco pondok yang akan saya ingat selalu.

Dengan membuat sebuah pengalaman ini kita bisa mengambil sebuah hikmah,yaitu kebersamaan dan sifat tolong menolong sesama manusia.

“INI ADALAH SEBUAH PENGALAMAN TERINDAH YANG SAYA UKIR BERSAMA TEMAN-TEMAN PONDOK”

Yahhh,,,sekian cerita tentang pengalaman saya.Semoga dapat bermanfaat yahh,,

 

Leave a Reply